Selasa, 19 Januari 2021 / 5 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

ACTA: Sukmawati Melanggar Pasal 165 KUHP tentang Penistaan Agama

Yohanes Paskalis/TEMPO
Konferensi pers Anggota Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) di Jakarta.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Dahlan Pido, menilai, puisi Sukmawati Soekarnoputri sangat menyinggung dan melukai perasaan umat Islam.

“Menurut kami bahwa itu hal yang tidak sopan dan melukai perasaan umat Islam, karena dalam puisi itu mengandung simbol dan syariat Islam,” ujarnya kepada hidayatullah.com Jakarta, Selasa (03/04/2018).

Baca: Diduga Menghina Agama, Sukmawati Soekarnoputri Dipolisikan

Dahlan menambahkan, puisi yang dibacakan oleh Sukmawati sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang dihormati ayah Sukmawati, sang Prokalamator RI, Soekarno.

“Jika tidak paham sebaiknya belajar atau bertanya kepada yang paham,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa Sukmawati melanggar Pasal 165 KUHP tentang penistaan agama.

Diketahui, pasal tersebut sebelumnya dilanggar oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang divonis bersalah sebagai terpidana penistaan agama oleh Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Utara.

Baca: KSHUMI: Kasus Sukmawati Penuhi Unsur Pidana Penodaan Agama

Berikut transkrip lengkap puisi Sukmawati yang dibacakan di JCC, Senayan, Jakarta, tersebut:

“Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat 
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Baca: Puisi Sukmawati Soekarnoputri ‘Sudutkan’ Syariat Islam, Cadar, dan Adzan Dinilai Menyinggung SARA

Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan adzan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Ilahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.”* Zulkarnain

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Lembaga Auditor Syariah Perlu Dibentuk

Lembaga Auditor Syariah Perlu Dibentuk

SBY: Pencitraan Berlebihan Menurunkan Kepercayaan Rakyat

SBY: Pencitraan Berlebihan Menurunkan Kepercayaan Rakyat

Jokowi Akan Hadiri Perayaan Natal di Papua dengan Biaya Rp 20 Miliar

Jokowi Akan Hadiri Perayaan Natal di Papua dengan Biaya Rp 20 Miliar

Takmir Masjid Ikuti Seminar Qurban Sesuai Syari’ah

Takmir Masjid Ikuti Seminar Qurban Sesuai Syari’ah

Banyak Penembakan, Polisi Diminta Introspeksi

Banyak Penembakan, Polisi Diminta Introspeksi

Baca Juga

Berita Lainnya