Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

MUI Minta Kepolisian Memastikan Proses Hukum Kasus Sukmawati

rifa'i fadhly/hidayatullah.com
Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Amirsyah Tambunan di kantor MUI, Jakarta, Rabu (03/05/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Majelis Ulama Indonesia (MUI) sangat menyesalkan puisi Sukmawati Soekarnoputri yang menyinggung syariat Islam, cadar, dan adzan.

“Menyesalkan pernyataan tersebut, karena membuat suasana beragama tidak kondusif, dapat memicu kegaduhan,” ujar Wakil Sekjen MUI, Amirsyah Tambunan, kepada hidayatullah.com di Jakarta melalui pesan WhatsApp, Selasa (03/04/2018).

Baca: Puisi Sukmawati Soekarnoputri ‘Sudutkan’ Syariat Islam, Cadar, dan Adzan Dinilai Menyinggung SARA

Amirsyah menambahkan bahwa laporan ke kepolisian atas puisi Sukmawati merupakan hak konsitusional warga negara.

Ia juga berharap agar aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, tidak membiarkan kasus itu.

Aparat diminta memastikan proses hukum atas kasus Sukmawati.

“Jangan ada pembiaran terhadap masalah tersebut, sehingga ada kepastian hukum,” tegasnya.

Baca: Diduga Menghina Agama, Sukmawati Soekarnoputri Dipolisikan

 

Berikut transkrip lengkap puisi Sukmawati yang dibacakan di JCC, Senayan, Jakarta, tersebut:

“Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut

Baca: PP Muhammadiyah Nilai Sukmawati Menistakan Syariat Islam

Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat 
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan adzan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Ilahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.”* Zulkarnain

Baca: Sukmawati Akui Tak Tahu Syariat Islam, Ustadz Felix: Harusnya Diam Saja

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Seruan #BoikotStarbucks dan ‘LGBT’ Jadi Trending Topic

Seruan #BoikotStarbucks dan ‘LGBT’ Jadi Trending Topic

GNPF Ulama Akan Gelar Ijtima II Bahas Dukungan Pilpres

GNPF Ulama Akan Gelar Ijtima II Bahas Dukungan Pilpres

Komnas HAM Pertanyakan Transparansi Uang yang Beredar dalam Kasus Siyono

Komnas HAM Pertanyakan Transparansi Uang yang Beredar dalam Kasus Siyono

Jokowi Tunjuk Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama Gantikan Fachrul Razi

Jokowi Tunjuk Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama Gantikan Fachrul Razi

Rektor ITS Launching ‘Gerakan Shalat Subuh Berjamaah’ di Masjid

Rektor ITS Launching ‘Gerakan Shalat Subuh Berjamaah’ di Masjid

Baca Juga

Berita Lainnya