Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Pentingnya Konsentrasi saat Berinteraksi dengan al-Qur’an

imam nawawi/hidayatullah.com
Zainuddin Musaddad pada Seminar Parenting dengan tema "Sukses Dunia dan Akhirat dengan Al-Qur'an" di SD Integral Hidayatullah, Depok, Jawa Barat, Ahad (25/03/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Al-Qur’an sebagai wahyu, yang merupakan mukjizat bagi umat akhir zaman, dinilai tidak bisa menyatu ke dalam jiwa yang tidak menggunakan satu kekuatan terbesar dari setiap diri insan, yakni konsentrasi.

“Al-Qur’an membutuhkan satu dari kekuatan besar kita, yang bernama konsentrasi,” ujar pegiat parenting Qur’ani Drs Zainuddin Musaddad dalam paparannya pada Seminar Parenting dengan tema “Sukses Dunia dan Akhirat dengan Al-Qur’an” di SD Integral Hidayatullah, Depok, Jawa Barat, Ahad (25/03/2018).

Ayah dan ibu atau keluarga yang ingin sukses menghafal, memahami, mengamalkan, dan merasakan keindahan hidup menjalankan Islam, harus benar-benar konsentrasi kala berinteraksi dengan al-Qur’an.

Baca: Menjaga Diri dan Keluarga Bersama Al-Quran

“Betapa tidak bolehnya nanti, ketika membaca al-Qur’an, kita sambil bermain handphone. Membaca al-Qur’an sambil menerawang hal yang tidak-tidak. Qur’an hanya membutuhkan untuk dia (al-Qur’an) kita lakukan. Maka Al-Qur’an memberi kepada kita,” paparnya.

Terkait bentuk konkret konsentrasi dengan al-Qur’an, ayah enam anak yang semua hafal al-Qur’an ini memberikan contohnya.

“Ketika ibu memakai baju untuk Qur’an, berwudhu untuk Qur’an, dan duduk untuk Qur’an, maka Qur’an menjadi obat. Ketika al-Qur’an itu ‘dipoligami’, ‘diselingkuhi’ dengan hal-hal lain, Qur’an tidak mau, Qur’an tidak mau,” jelasnya.

Baca: Ciri Hati yang Telah Mendapat Celupan al-Quran

“Kalau mau baca al-Qur’an, jangan diselingkuhi dengan pekerjaan lain,” imbuhnya memastikan bahwa konsentrasi benar-benar diperlukan.

Zainuddin menekankan, hal tersebut dikarenakan interaksi dengan al-Qur’an memiliki tahapan-tahapan yang jika semua dilalui, seperti dari memahami dan fasih melafalkan huruf-hurufnya, itu sungguh memakan waktu dan energi.

“Ada seorang syeikh yang tidak mau mendengarkan hafalan murid-muridnya, sebelum benar-benar mengerti makhorijul huruf, sifat-sifat huruf, dan tahsin Qur’an dengan baik. Bagi syeikh itu, setiap murid bisa menyelesaikan tingkat dasar itu setidaknya tiga bulan. Maka, tidak boleh kita tidak konsentrasi kala berinteraksi dengan al-Qur’an,” urainya.*

Baca: Enam Langkah Meraih Syafaat Al-Quran

Rep: Imam Nawawi
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

FAKTA: Iklan Rokok Pembodohan

FAKTA: Iklan Rokok Pembodohan

Hampir 50 Santri Gontor Sembuh dari Covid-19, Ini Kunci Keberhasilan Tangani Corona

Hampir 50 Santri Gontor Sembuh dari Covid-19, Ini Kunci Keberhasilan Tangani Corona

DPR Ajak Masyarakat Ikut Awasi Keberadaan TKA Ilegal

DPR Ajak Masyarakat Ikut Awasi Keberadaan TKA Ilegal

Awas, di Solo Ada Buku SD Bergambar Nabi Muhammad

Awas, di Solo Ada Buku SD Bergambar Nabi Muhammad

IPB Buka Program Studi Ekonomi Syariah

IPB Buka Program Studi Ekonomi Syariah

Baca Juga

Berita Lainnya