Tanggapan IAIN Bukittinggi soal Cadar Dinilai Tak Sesuai Harapan

Karena itu, ia menegaskan pihaknya menolak tanggapan kampus itu.

Tanggapan IAIN Bukittinggi soal Cadar Dinilai Tak Sesuai Harapan
ist.
Dekan Fakultas Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Bukittinggi, Nunu Burhanuddin, saat memberikan surat tanggapan terkait larangan cadar oleh Rektor IAIN Bukittinggi kepada Ketua Tim Delegasi GNPF Ulama Bukittinggi-Agam, Buya Busra Khatib Alam, di Bukittinggi, Sumatera Barat, Rabu (21/03/2018).

Terkait

Hidayatullah.com– Sekretaris Jenderal GNPF Ulama Bukittinggi-Agam, Ridho Abu Muhammad mengungkapkan, tanggapan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi di Sumatera Barat atas somasi yang pihaknya berikan tempo hari belum memuaskan.

Sebab tanggapan tersebut ia nilai tidak sesuai dengan harapan mereka. Di antaranya larangan cadar tidak dicabut. Karena itu, ia menegaskan pihaknya menolak tanggapan kampus itu.

“Yang pastinya kita tidak bisa terima jawaban seperti itu. Karena tidak seperti yang diharapkan oleh mayoritas suara yang berkembang di masyarakat Bukittinggi, umumnya Sumatera Barat,” ujarnya kepada hidayatullah.com, Kamis (22/03/2018).

Baca: Tanggapan IAIN Bukittinggi terkait Larangan Bercadar

Pekan depan, tuturnya, mereka akan rapat kembali dengan aliansi umat Islam untuk memutuskan langkah apa yang akan dilakukan terkait jawaban pihak IAIN Bukittinggi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Aliansi Umat Islam Sumatera Barat yang berada di bawah koordinasi GNPF Ulama Bukittinggi-Agam meminta Rektor IAIN Bukittinggi mencabut kebijakan pelarangan cadar terhadap dosen dan mahasiswi di IAIN Bukittinggi.

Rektor juga diminta menggugurkan segala sanksi akademik terkait dosen dan mahasiswi bercadar.

Selanjutnya, mereka meminta rektor menyampaikan permintaan maaf secara terbuka karena peraturan tersebut telah membuat resah dan ketidaknyamanan masyarakat.

Baca: Umat Islam Sumbar Somasi IAIN Bukittinggi, Minta Larangan Cadar Dicabut

Bahkan mereka meminta rektor menertibkan Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) dan merekomendasikan pemindahan dosen-dosen yang berpaham sekular, liberal, pluralis (SEPILIS).

Diketahui, Rektor IAIN Bukittinggi, Ridha Ahida, menanggapi polemik terkait larangan bercadar termasuk adanya somasi Aliansi Umat Islam Sumatera Barat yang berada di bawah koordinasi GNPF Ulama Bukittinggi-Agam baru-baru ini.

Baca: Ketua MUI Sumbar: Larangan Cadar IAIN Bukittinggi Harus Dihentikan

Responsnya dalam bentuk surat yang berjudul “Tanggapan IAIN Bukittinggi”. Surat ini diantar oleh Dekan FTIK, Nunu Burhanuddin, kepada Ketua Tim Delegasi GNPF Ulama Bukittinggi-Agam, Buya Busra Khatib Alam, Rabu (21/03/2018), di Bukittinggi, Sumbar.

Pada Senin (20/03/2018), Aliansi Umat Islam Sumatera Barat yang terdiri dari 19 ormas Islam dan elemen masyarakat Bukittinggi mendatangi IAIN Bukittinggi. Hadir Majelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau (MTKAM), Majelis Ulama Nagari (MUNA), Niniak Mamak, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Forum Masyarakat Minangkabau (FMM), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), dan Front Pembela Islam (FPI).

Baca: Pakar Hukum: Larangan Cadar IAIN Bukittinggi Melanggar Konstitusi

Sebanyak 10 orang perwakilan dari mereka menemui pihak kampus. Mereka diterima oleh Pembantu Rektor I bidang akademik, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Direktur pascasarjana, dan lain-lain. Sayang, Rektor IAIN Bukittinggi tidak hadir.

Ketua tim delegasi yang juga Imam Dewan Pimpinan Daerah (DPD) FPI Sumatera Barat, Buya Busra Khatib Alam menjelaskan, maksud kedatangannya ke sana untuk menyampaikan surat somasi terhadap larangan pemakaian cadar di kampus itu.* Andi

Baca: BEM IAIN Bukittinggi Desak Kampus Kaji Kebijakan Larangan Cadar

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !