Kamis, 8 Juli 2021 / 28 Zulqa'dah 1442 H

Nasional

Bangkitkan Ekonomi Umat Walau dengan Keripik Singkong

ist.
Muslimat Dewan Da'wah menggelar Pelatihan Home Industri dan Motivasi dibuka di Aula Masjid Al-Furqan, Jakarta, Kamis (15/03/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Melihat pertumbuhan ekonomi saat ini yang didominasi oleh para konglomerat non-Muslim, Muslimat harus bisa mengambil peran membangkitkan ekonomi umat walaupun hanya dengan keripik singkong.

Hal itulah yang dilakukan ibu-ibu dari Muslimat Dewan Da’wah dengan menggelar Pelatihan Home Industri dan Motivasi. Acara ini dibuka oleh Ir Muhammad Iqbal mewakili Pengurus Dewan Da’wah Pusat di Aula Masjid Al-Furqan, Jakarta, Kamis (15/03/2018).

“Muslimat harus mengambil perannya dalam kebangkitan ekonomi Islam,” demikian pesan Iqbal sebagaimana rilis Dewan Da’wah kepada hidayatullah.com.

Baca: Muhammadiyah: Sangat Bagus Spirit 212 Kembangkan Ekonomi Umat

Hal itu sebagaimana dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang berhasil membangun ekonomi Islam dengan menguasai pasar-pasar saat berada di Madinah.

Pelatihan yang bertajuk “Berani Gagal, Berani Sukses” ini mendatangkan pemateri seorang ibu bernama Muslimah. Ia pengusaha keripik singkong yang cukup sukses meraup omset ratusan juta rupiah setiap bulannya.

Motivator yang dahulunya seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia ini membeberkan rahasia kesuksesannya berbisnis keripik singkong berlabel “Cantir”.

Ia memulai usahanya hanya bermodalkan Rp 50 ribu. Inspirasinya datang lantaran ia merasa orang kampung, yang juga terbiasa dengan cita rasa jajanan kampung berupa olahan singkong. Usahanya bermula dengan berjualan di kereta commuter line (KRL) -saat itu masih diperbolehkan- lalu dititipkan di warung-warung tradisional.

Baca: Berjamaah dan Keberpihakan Dinilai Kunci Bangkitkan Ekonomi Umat

“Untuk mengembangkan usaha, akhirnya saya beranikan meminjam modal dari KUR, waktu itu dapat Rp 5 juta,” ujarnya sambil menambahkan, selain keripik tersebut, wanita ini  juga membuat jenis jajanan lainnya berbahan dasar singkong.

Di tangannya yang terampil, sisa-sisa potongan singkong diolah menjadi cemilan nikmat dan gurih. Wanita berkerudung ini mampu merubah jajanan ‘kampung’ menjadi cemilan trendi di Jakarta.

“Saya beri nama Cantir untuk melestarikan budaya aslinya, juga agar nama yang tadinya terlalu kampungan jadi terkenal,” ujar Muslimah.

Baca: Bangkitkan Ekonomi Umat, Biasakan Bertransaksi dengan Sesama Muslim

Turut hadir dalam pelatihan yang berlangsung satu hari ini, Andi Nuruljannah, selaku Ketua Muslimat Dewan Da’wah Pusat.

Dalam sambutannya, ia menjelaskan, pelatihan ini merupakan salah satu program Biro Ekonomi dan UKM Muslimat Dewan Da’wah Pusat.

“Pelatihan ini akan berlanjut di beberapa perwakilan Muslimat Dewan Da’wah Daerah di seluruh Indonesia salah satunya Kota Medan yang menyatakan telah siap,” jelasnya.

Dewan Da’wah Pusat pun telah siap memfasilitasi seandainya perwakilan daerah menghendaki pelatihan serupa.

Peserta yang berjumlah ratusan tampak cukup antusias mengikuti jalannya acara. Tidak hanya teori yang didapat, peserta juga berkesempatan praktik membuat dan mencicipi  keripik singkong olahan Muslimah yang saat ini pangsa pasarnya sudah go internasional.*

Baca: Ramadhanomic dan Harapan Kebangkitan Ekonomi Umat

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Usai Bertemu Megawati, Prabowo: Kita Bisa Bantu Masalah Kebangsaan

Usai Bertemu Megawati, Prabowo: Kita Bisa Bantu Masalah Kebangsaan

Layanan Kesehatan Keliling IMS ke Posko-posko Pengungsian

Layanan Kesehatan Keliling IMS ke Posko-posko Pengungsian

Gerakan Petisi Mahakam Bingung Media justru Promosikan Asing atas Blok Mahakam

Gerakan Petisi Mahakam Bingung Media justru Promosikan Asing atas Blok Mahakam

Menag Minta Umat Islam Laksanakan Shalat Ghaib

Menag Minta Umat Islam Laksanakan Shalat Ghaib

HNW: Kamus Sejarah Indonesia Harus segera Ditarik, Banyak Didominasi Sejarah Tokoh PKI, Abaikan Peran Tokoh Islam

HNW: Kamus Sejarah Indonesia Harus segera Ditarik, Banyak Didominasi Sejarah Tokoh PKI, Abaikan Peran Tokoh Islam

Baca Juga

Berita Lainnya