Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Kemenag Minta Perguruan Tinggi Hati-hati soal Larangan Bercadar

Zulkarnain/hidayatullah.com
Dirjen Pendis Kemenag Prof Kamaruddin Amin (kiri) bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di sela-sela Rakornas Pendidikan Islam di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Rabu (14/03/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Dirjen Pendis Kemenag), Prof Kamaruddin Amin, angkat bicara soal larangan cadar yang marak terjadi di perguruan tinggi Islam negeri.

Ia menganjurkan pihak perguruan tinggi untuk bijak, melakukan pembinaan dan dialog persuasif terhadap mahasiswi yang menggunakan cadar.

Kamaruddin menyatakan bahwa Pimpinan Perguruan Tinggi (Pimperti) harus melihat dan mempertimbangkan jika menggunakan cadar adalah motivasi keagamaan (religiusitas) dan ekspresi keberagamaan yang tulus.

Baca: Terkait Cadar di IAIN Bukittinggi, Menag akan Mendalaminya

“Cadar itu simbol ekspresi cita rasa keberagamaan. Itu kombinasi budaya, pemahaman keagamaan, tempat, dan waktu, jadi dimaknai berbeda-beda oleh banyak orang. Sehingga jika dengan alasan cadar semata tidak boleh dilarang,” ujarnya kepada wartawan termasuk hidayatullah.com usai pembukaan Rakornas Pendidikan Islam di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Rabu kemarin (14/03/2018).

Kamaruddin menegaskan, jika cadar dilarang, harus ada alasan lain yang harus diungkapkan dan harus dipastikan betul apa alasannya di balik larangan tersebut.

Baca: MUI: Bercadar Boleh, Mempertontonkan Aurat Dilarang

“Jika, mungkin salah satu alasannya bisa mengganggu proses belajar mengajar. Kalau mengganggu harus ditinjau seberapa mengganggunya. Harus di-treat secara spesifik, harus searif mungkin, seikhlas mungkin, karena mereka adalah stakeholder kita.

Mereka mahasiswa dan dosen kita bagian dari kita, sehingga bersama-sama kita lakukan komunikasi dan diskusi,” jelasnya.

Dirjen Pendis juga berpesan kepada pimpinan perguruan tinggi agar sebijak dan searif mungkin, serta sehati-hati mungkin dan sesabar mungkin untuk melakukan komunikasi, dialog, dan pembinaan, agar suasana keberagamaan salah satunya mengunakan cadar itu dihormati.* Zulkarnain

Baca: DPD Berharap Kampus Lain Tak Larang Mahasiswi Bercadar

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Demi Ketertiban Kota Bogor, Wakil Komisi VIII Dukung Keputusan Bima Arya

Demi Ketertiban Kota Bogor, Wakil Komisi VIII Dukung Keputusan Bima Arya

UBN Khutbah di Pengungsian: Ada Hikmah Besar di Balik Gempa

UBN Khutbah di Pengungsian: Ada Hikmah Besar di Balik Gempa

69 Santri Surabaya Ikut Sanlat GP Anshor

69 Santri Surabaya Ikut Sanlat GP Anshor

Siswa  Penghafal Quran di Kota Padang Peroleh Keistimewaan

Siswa Penghafal Quran di Kota Padang Peroleh Keistimewaan

Upaya Majelis Mujahidin Gagalkan Asyuro Nasional Dihalangi Militer

Upaya Majelis Mujahidin Gagalkan Asyuro Nasional Dihalangi Militer

Baca Juga

Berita Lainnya