Sabtu, 6 Maret 2021 / 23 Rajab 1442 H

Nasional

UBN: Netizen Muslim Tidak Sebar Hoax

ali muhtadin/hidayatullah.com
KH Bachtiar Nasir di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta, Selasa (07/11/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) yang juga Ketua GNPF Ulama pada Aksi Bela Islam 2016 lalu, Ustadz Bachtiar Nasir (UBN), mengatakan, tudingan yang menyebut umat Islam kerap memproduksi hoax lewat isu “Muslim Cyber Army (MCA)” adalah tidak benar.

Diketahui, MCA yang sebenarnya muncul terkait Aksi Bela Islam tersebut menyikapi kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

UBN menjelaskan, MCA hanyalah sebutan untuk umat Islam yang memiliki ghirah membela agama dan kitab sucinya melalui dunia maya. Dan itu, katanya mencontohkan, bisa ibu-ibu yang memakai daster di rumah.

“Bahkan ibu-ibu bisa lebih galak karena ngetiknya dengan perasaan,” ujarnya berseloroh kepada hidayatullah.com di AQL Islamic Center, Jakarta, Senin malam (05/03/2018).

Baca: “Penangkapan MCA Palsu Besar Kemungkinan karena Kecewa Kekalahan Politik”

UBN mengibaratkan MCA seperti aliran sungai yang bermuara pada satu tempat, tapi tidak ada bentuknya, dalam artian tidak ada bentuk organisasi, struktur, ketua, dan sebagainya.

“Hanya karena ghirah (semangat) yang sama,” tegasnya.

UBN menyebut, oknum yang disebut-sebut sebagai “MCA” dan ditangkap aparat kepolisian adalah penunggang.

Hal itu, terangnya, karena netizen (warganet) Muslim tidak menyebarkan hoax atau kabar palsu. Sebab, dalam Islam kaum Muslimin dianjurkan untuk k senantiasa melakukan tabayun (klarifikasi atau cek dan ricek).

“Agama melarang fitnah, biasakan tabayun, dan sebagainya,” tutupnya.*

Baca: ‘MCA Asli Membela Islam tanpa Ujaran Kebencian’

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Corp Putri Muslimin Desak Perkap Jilbab Polwan Segera Disahkan

Corp Putri Muslimin Desak Perkap Jilbab Polwan Segera Disahkan

PPP Tolak Buah Impor Israel

PPP Tolak Buah Impor Israel

Integrasi Universitas-Pesantren Harusnya Hasilkan Mahasiswa Dekat dengan Al-Quran

Integrasi Universitas-Pesantren Harusnya Hasilkan Mahasiswa Dekat dengan Al-Quran

Ditolak Masyarakat, Bus Kondom Dikandangkan

Ditolak Masyarakat, Bus Kondom Dikandangkan

Pelajar Perlu Diperkenalkan Dinar dan Dirham

Pelajar Perlu Diperkenalkan Dinar dan Dirham

Baca Juga

Berita Lainnya