Selasa, 2 Maret 2021 / 19 Rajab 1442 H

Nasional

MUI Nilai Indonesia Bisa Memediasi Krisis Afghanistan

zulkarnain/hidayatullah.com
Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin di kantor MUI, Jakarta, Selasa (06/03/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin, mengatakan, Afghanistan tidak pernah tenang dan selalu berkonflik. Sudah banyak yang mencoba memediasi ternyata gagal. Indonesia pun hadir untuk menjadi mediator perdamaian.

“Sekarang itu mereka ingin yang mediatornya adalah Indonesia, karena di Afghanistan peran ulama itu besar. Maka selain para pemimpin negara, direncanakan akan ada pertemuan ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan,” ujarnya kepada wartawan di Aula MUI, Jakarta, Selasa (06/03/2018).

Kiai Ma’ruf menambahkan, akan ada 15 perwakilan masing-masing dari tiga negara tersebut pada pertemuan yang rencananya diadakan pada Maret ini.

Baca: Wapres JK: Kalau Perang Lawan Amerika dan Rusia Semua Setuju

Menurutnya, pemerintah Indonesia mengajak Pakistan karena di negara tersebut ulama memiliki pengaruh terhadap Taliban, seperti Indonesia dimana suara ulama didengar.

“Kita di sini akan mempersiapkan materinya, menyusun titik krusial yang menjadikan mereka bersatu, serta membuat semacam kesepakatan berisi fatwa yang berisi platformnya,” jelasnya.

Platform tersebut berpegang pada solusi keagamaan yang benar dalam menyelesaikan konflik seperti apa. Ia mengatakan, menyelesaikan sengketa jangan sampai menggunakan kekerasan.

“Nanti semuanya akan dituangkan di dalam keputusan yang disepakati sebagai landasan,” tandasnya.

Baca: Wapres JK-Menlu Silaturahim ke MUI Bahas Pertemuan Ulama Trilateral

Kiai Ma’ruf berharap, pertemuan nantinya sebagai payung dalam menyelesaikan permasalahan di Afghanistan. Karena hal tersebut permintaan dari Afghanistan.

“Siapa lagi yang bisa menyelesaikan, mengingat dari berbagai negara tidak mampu. Mereka berpikir Indonesia netral, punya pengalaman menyelesaikan konflik Aceh, Poso,” ungkapnya.

MUI menginginkan pihak-pihak di Afghanistan tidak bertempur dan saling membunuh. Diharapkan selalu bersatu dan menyelesaikan masalah dengan cara santun. Karena Islam bukan menganjurkan saling bermusuhan, tapi menghilangkan sikap membenci dan bermusuhan, sehingga saling mencintai dan menyayangi.

Selasa tadi MUI melakukan pertemuan tertutup bersama Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla dan Menlu Retno LP Marsudi terkait krisis di Afghanistan.* Zulkarnain

Baca: Pengamat: Pemerintah Harus Kreatif Tawarkan Pola Baru Diplomasi Internasional untuk Penyelesaian Kolonialisasi Palestina

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Terkait Desakan Pro LGBT, KPI: Kebebasan Harus Hormati Hak Orang Lain

Terkait Desakan Pro LGBT, KPI: Kebebasan Harus Hormati Hak Orang Lain

Majalah Horison Berhenti Dicetak, Taufiq Ismail: Versi ‘Online’ Lebih Baik

Majalah Horison Berhenti Dicetak, Taufiq Ismail: Versi ‘Online’ Lebih Baik

270 Remaja Masjid Aceh Gelar Acara Awal Ramadhan

270 Remaja Masjid Aceh Gelar Acara Awal Ramadhan

Pemerintah Berkomitmen Tingkatkan Mutu Madrasah

Pemerintah Berkomitmen Tingkatkan Mutu Madrasah

Ini Harapan Rein “Tausiyah Cinta” Soal Perang Lawan LGBT

Ini Harapan Rein “Tausiyah Cinta” Soal Perang Lawan LGBT

Baca Juga

Berita Lainnya