Gelar Roadshow, AILA Beberkan Fakta Mengerikan LGBT

"Karena itu, kita, sebagai masyarakat, dalam melakukan penolakan harus dengan cara cerdas."

Gelar Roadshow, AILA Beberkan Fakta Mengerikan LGBT
ist.
AILA Indonesia dalam seminar keluarga Muslimat Hidayatullah di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (02/03/2018).

Terkait

Hidayatullah.com– Koordinator Pusat Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia, Suci Susanti, membeberkan data dan fakta mengerikan mengenai perilaku LGBT, yang kini semakin menggurita di Indonesia.

“Mulai dari anak kecil hingga dewasa sudah terpapar oleh LGBT. Dan ini pun sudah merambah sampai ke pelosok negeri,” ujarnya ketika menjadi salah satu pembicara pada seminar keluarga Muslimat Hidayatullah di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (02/03/2018) dalam rilisnya diterima hidayatullah.com kemarin.

Baca: Kak Seto: Bahaya LGBT Serang Anak Sering Tak Diwaspadai

Bahkan, Suci melanjutkan, baru-baru ini tim AILA menerima pengaduan tentang seorang anak kecil berumur 7 tahun ingin melakukan kejahatan seksual (sodomi, Red) kepada anak di bawah usia 7 tahun.

“Ternyata setelah ditelusuri, anak ini sebelumnya telah disodomi lebih dulu oleh anak yang usianya jauh lebih tua darinya,” bebernya prihatin.

Lebih ironis lagi, masih kata Suci, di sebuah kota Indonesia juga ditemukan para pelacur (anak-anak) yang khusus melayani syahwat para lelaki dewasa dengan bayaran Rp 150.000.

Baca: GIB Sampaikan Masukan Wantimpres Terkait Bahaya LGBT Bagi Bangsa

Dalam acara seminar serupa, Sekjen AILA, Nurul Hidayati, menjelaskan tentang upaya yang dapat dilakukan untuk menolak LGBT di Indonesia.

Menurutnya, LGBT ini bukan sekadar kelainan seksual, tapi juga merupakan sebuah gerakan yang sudah ada sejak lama, gerakannya masif dan disokong dengan dana besar.

“Karena itu, kita, sebagai masyarakat, dalam melakukan penolakan harus dengan cara cerdas. Salah satunya adalah mendorong pemerintah untuk membuat payung hukum yang jelas,” jelasnya.

Baca: Bahaya LGBT di Tanah Air Dibahas di Masjid Nabawi

Sementara itu, Humas AILA, Diana Widyasari, menjelaskan tentang perjuangan AILA sejak awal berdirinya hingga akhirnya memutuskan untuk mengajukan Judicial Review (JR) atau Uji Materi ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Hal ini dikarenakan masih ada celah di dalam beberapa pasal KUHP yang mengakibatkan kekosongan hukum. Terutama, pasal tentang perzinaan, pemerkosaan, dan cabul sesama jenis,” katanya menjelaskan.

Kegiatan seminar keluarga bersama Muslimat Hidayatullah ini merupakan salah satu rangkaian Roadshow AILA di Balikpapan yang berlangsung selama 3 hari, Jumat-Ahad (02-04/03/2018).*

Baca: Hari Keluarga Nasional, AILA Ajak Selamatkan Keluarga dari Virus Berbahaya LGBT

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !