DPR Minta RI Desak Dunia Hentikan Serangan Ghouta Timur

Umat Islam dan juga ormas Islam di Indonesia perlu secara bersama-sama memberikan bantuan untuk kaum Muslimin di Suriah, khususnya di Ghouta.

DPR Minta RI Desak Dunia Hentikan Serangan Ghouta Timur
CNN
Seorang wanita Suriah dan anak-anak berlindung di tengah reruntuhan bangunan menyusul pemboman Rezim Bashar di Kota Hamouria, di wilayah Ghouta Timur Rabu, 19 Februari 2018.

Terkait

Hidayatullah.com– Anggota Komisi I DPR RI Sukamta meminta, agar Indonesia mendesak dunia internasional untuk segera turun tangan menghentikan pembantaian warga sipil di Ghouta Timur, Suriah.

Ia berharap pemerintah Indonesia dapat proaktif membantu menyelesaikan konflik di Suriah dengan ikut melakukan mediasi faksi-faksi yang bertikai.

“Indonesia punya posisi yang dihormati dan didengar di kalangan negara-negara Islam. Posisi ini perlu diperankan untuk mendorong proses perundingan damai antar faksi yang bertikai. Saya kira ini hal yang layak untuk dicoba, siapa tahu lewat Indonesia konflik yang berkepanjangan ini dapat didamaikan,” ujarnya kepada hidayatullah.com, Senin (26/02/2018).

Baca: Rezim Assad Menargetkan Ghouta Timur dengan Gas Klorin

Menurut Sukamta, berbagai pihak juga perlu segera bersikap atas apa yang terjadi di Ghouta. Sebagaimana yang telah dilakukan untuk membantu Rohingya, umat Islam dan juga ormas Islam di Indonesia perlu secara bersama-sama memberikan bantuan untuk kaum Muslimin di Suriah, khususnya di Ghouta.

“Tindakan pasukan rezim Assad ini sungguh gila dan biadab. Ini semakin menambah kelam daftar tragedi kemanusiaan di Suriah. Dan hal ini dapat membawa Suriah kepada kehancuran total,” jelasnya.

Selain itu, Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri (BPPLN) DPP PKS ini menyatakan, PBB dan negara-negara adidaya seharusnya merasa malu atas konflik berkepanjangan di Suriah yang dimulai sejak Maret 2011.

Baca: Protes Melawan Serangan Ghouta Timur di Kedutaan Rusia di Beirut

Ia menilai, kekuatan dan otoritas yang dimiliki PBB dan negara-negara adidaya tidak mampu diperankan dengan baik untuk menghentikan konflik atas nama kemanusiaan.

“Jika dihitung, sudah 7 tahun tragedi kemanusiaan terjadi di Suriah. PBB semestinya mampu menekan AS dan Rusia untuk membantu mendinginkan suasana. PBB selama ini terkesan tidak berdaya terhadap kedua negara besar ini yang terlihat ikut memperkeruh konflik dengan berada di belakang faksi-faksi yang bertikai,” tandasnya.

Sukamta berharap, PBB membuat langkah nyata seperti mengeluarkan resolusi berlakukan gencatan senjata.*

Baca: Hujan Bom di Ghouta Timur, Korban Sudah Lebih 500 Orang

Rep: Yahya G Nasrullah

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !