Penyerangan Tokoh Agama Islam

Kabareskrim: Minta Maaf, Polisi Terburu-buru Sebut Pelaku Orang Gila

Beberapa polisi terbawa oleh istilah awam, dimana penyebutan orang gila hanya berdasar karena tampilan fisik sepintas.

Kabareskrim: Minta Maaf, Polisi Terburu-buru Sebut Pelaku Orang Gila
muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto di Mabes Polri dalam penetapan Ahok sebagai tersangka kasus penistaan agama, Jakarta, Rabu (16/11/2016).

Terkait

Hidayatullah.com– Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto meminta maaf atas keterangan kepolisian yang terlalu terburu-buru menyimpulkan pelaku penyerangan sejumlah pemuka agama adalah orang gila.

Ia menjelaskan, beberapa polisi terbawa oleh istilah awam, dimana penyebutan orang gila hanya berdasar karena tampilan fisik sepintas atau gejala-gejala sederhana tidak wajar.

Baca: ICMI Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penyerangan Tokoh Agama

“Polisi bilangnya gitu, tapi suasananya nggak pas. Menjawab seperti itu tidak memuaskan perkembangan situasi yang ada,” ujarnya saat berdiskusi dengan Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Rabu (21/02/2018).

Ari Dono menyebut, permasalahannya banyak polisi yang belum tentu tahu perkembangan situasi.

“Apakah polisinya nonton televisi, belum tentu,” katanya.

Baca: Polisi Diminta Proporsional Sikapi Penyerangan Tokoh-tokoh Agama

Ia mencontohkan, suatu ketika ada polisi di depan rumahnya yang ketika diajak bicara tidak mengenal Ari Dono sebagai Kabareskrim.

“Saya minta maaf atas nama institusi kami kalau terlalu cepat bilang seperti itu (pelaku orang gila),” pungkasnya.*

Baca: ‘Jika Tak Ditangani Serius, Penyerangan Ulama Bisa Terus Merembet’

Rep: Yahya G Nasrullah

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !