Sabtu, 27 Maret 2021 / 13 Sya'ban 1442 H

Nasional

Polisi Diminta Proporsional Sikapi Penyerangan Tokoh-tokoh Agama

ist.
Kepala Operasi Brigade PP Persis R Prawoto yang dianiaya di Bandung, foto beredar Kamis (01/02/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Sekjen Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur, Muhammad Yunus, menyoroti adanya kesan beda perlakuan oleh aparat kepolisian dan para petinggi negara dalam menyikapi kasus penyerangan yang menimpa para tokoh Islam dengan penyerangan terhadap pastur dan gereja di Sleman, Yogyakarta, baru-baru ini.

Ia menyebut, saat kejadian penyerangan pastur dan gereja di Sleman, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan banyak pejabat negara langsung angkat bicara mengecam kejadian tersebut. Bahkan pelaku dikatakan kelompok radikal. Sedangkan, pelaku penyerangan terhadap tokoh Islam dan ulama dengan cepat disimpulkan adalah orang gila.

“Ini potensi konflik luar biasa. Ketika ulama diserang dan terancam tidak ada penyataan yang jelas dan penyikapan yang proporsional,” ujar Yunis kepada hidayatullah.com melalui sambungan telepon kemarin.

Baca: Ketua MPR Minta Polri-BIN Cegah Penyerangan Ulama Terulang

Yunus mengungkapkan, kesan beda penyikapan tersebut justru berdampak bahaya. Yakni masyarakat akan merasa terdzalimi, tidak puas, dan tidak percaya terhadap aparat penegak hukum.

“Ini sangat berbahaya. Oleh karena itu polisi jangan main-main, karena bisa berpotensi kerawanan keamanan bahkan bisa chaos,” imbuhnya.

Belum lagi, tambahnya, fenomena yang menyebabkan kegaduhan ini terjadi mendekati momen Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019 yang diprediksi menambah kerawanan keamanan.

“Karenanya perlu penanganan yang objektif dan proporsional,” pungkasnya.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Umat Islam Karawang Tolak LGBT, Kawal Janji Bupati

Umat Islam Karawang Tolak LGBT, Kawal Janji Bupati

Dalam Seminggu  Ada Empat Video Porno Anak Terbit di Indonesia

Dalam Seminggu Ada Empat Video Porno Anak Terbit di Indonesia

KH. Athian Ali: Saya Pernah Bertemu Sekali

KH. Athian Ali: Saya Pernah Bertemu Sekali

Sepanjang 1917-1971, Ideologi Komunis Telah Membantai 120 Juta Orang

Sepanjang 1917-1971, Ideologi Komunis Telah Membantai 120 Juta Orang

Pemko Medan Bahas Ulang Penertiban Ternak Babi

Pemko Medan Bahas Ulang Penertiban Ternak Babi

Baca Juga

Berita Lainnya