Selasa, 19 Oktober 2021 / 12 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Orang diduga Gila Menyerang Kiai di Pesantren Muhammadiyah

wahidin/pwmu.co
Ini orang yang menyerang KH Abdul Hakam Mubarok di Pondok Pesantren Muhammadiyah Karangasem Paciran, Lamongan, Jawa Timur, KH Hakam Mubarok, Ahad (18/02/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Kasus penyerangan terhadap pemuka agama Islam terjadi lagi. Pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah Karangasem Paciran, Lamongan, Jawa Timur, KH Hakam Mubarok, diserang seorang pria yang disebut gila, Ahad (18/02/2018).

Informasi dihimpun media ini, orang yang disebut gila itu mendatangi ponpes tersebut menjelang waktu shalat zuhur.

Tokoh Muhammadiyah yang juga Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Prof Din Syamsuddin, turut menginformasikan kepada hidayatullah.com bahwa benar telah terjadi penyerangan terhadap kiai di Ponpes Muhammadiyah Karangasem Paciran.

Syukurnya, Kiai Barok, sapaan korban penyerangan itu sebagaimana pengakuannya, berhasil menghindar meskipun sempat terjatuh. Penyerang yang disebut gila tersebut langsung diamankan para santri. Kiai Barok hanya mengalami luka ringan akibat terjatuh.

Baca: ‘Orang Gila’ Menyerang Kiai Muhammadiyah, Din Desak Polri Usut Tuntas

Kiai Barok menuturkan, peristiwa itu terjadi menjelang zuhur. Awalnya, ada orang tak dikenal duduk-duduk di pendapa sebelah Masjid Al-Manar yang berada di kawasan ponpes.

Sang kiai kemudian meminta orang itu agar berpindah tempat, karena sudah tiba waktu zuhur tempat tersebut dipakai para santri berlalu lalang.

Orang tak dikenal itu rupanya tidak terima disuruh pindah. Bahkan marah-marah dan langsung menyerang sang kiai.

“Saya mau meladeni tapi malu karena kok sepertinya dia itu orang gila, akhirnya saya menghindar, eh, ternyata dia mengejar maka saya lari hingga terjatuh,” tutur kiai yang juga Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan ini kutip PWMU.co.

Baca: PP Muhammadiyah: Negara Harus Hadir Hentikan Penyerangan Tokoh Agama

Peristiwa pada siang bolong itu disaksikan banyak orang. Sontak saja suasana jadi heboh, para santri pun berdatangan ke lokasi kejadian.

Orang tak dikenal itu langsung ditangkap ramai-ramai. Namun terus melawan, hingga akhirnya ia diikat. Para santri menginterogasinya, tapi pelaku penyerangan itu hanya diam.

Syukur Alhamdulillah, tutur Kiai Barok, ia ditolong warga dan santri. “Saya tidak apa-apa hanya luka lecet sedikit karena terjatuh,” ungkapnya.

Baca: Polri Didesak Usut Tuntas “Modus Orang Gila” Menganiaya

Selang beberapa saat kemudian, datang dua mobil polisi serta Babinsa. Penyerang yang diduga gila itu pun dibawa ke Mapolres Lamongan dengan pengawalan Babinsa Koramil dan Polsek Paciran.

Peristiwa penyerangan ini menjadi heboh bahkan menyebar luas (viral) di media sosial. Kabarnya pelaku penyerangan kiai itu sebelumnya pernah ditangkap polisi akibat mencuri sepeda di Desa Brumbun namun dilepas karena gila.

Atas berbagai kejadian penyerangan terhadap tokoh agama termasuk para ustadz/kiai/ulama, “Saya mendesak Polri untuk bersungguh-sungguh mengusut tuntas siapa dan apa di balik ini semua,” ujar Din Syamsuddin kepada media ini, Ahad malam.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Meski Tak Diterima Konjen China, Solaris Sampaikan 5 Tuntutan

Meski Tak Diterima Konjen China, Solaris Sampaikan 5 Tuntutan

Tokoh Adat Minta Presiden Bangun SDM Orang Asli Papua

Tokoh Adat Minta Presiden Bangun SDM Orang Asli Papua

Dien Akhirnya Tolak Pimpin PAN

Dien Akhirnya Tolak Pimpin PAN

Sebanyak 112 Warga Mentawai Bersyahadat Massal

Sebanyak 112 Warga Mentawai Bersyahadat Massal

Majelis Syura PKS

Mereka yang Menghina Rasul, Habib Salim Segaf: Biar Allah yang Membalasnya

Baca Juga

Berita Lainnya