Jimly: Tidak Mungkin Materi Khutbah Diseragamkan

“Karena budaya kita ini, kan, ahlussunnah wal jamaah. Beda dengan Syiah. Kalau Syiah itu terstruktur. Ada hirarki."

Jimly: Tidak Mungkin Materi Khutbah Diseragamkan
Zulkarnain/hidayatullah.com
Ketua ICMI Jimly Asshiddiqie pada seminar nasional ICMI di Jakarta, Rabu (07/02/2018).

Terkait

Hidayatullah.com– Soal materi khutbah yang disusun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Prof Jimly Asshiddiqie, menuturkan, pengaturan khutbah di Indonesia sebetulnya sudah berkali-kali dicoba sejak zaman Belanda.

Tapi, menurut Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) ini, hal itu sulit dilakukan.

“Karena budaya kita ini, kan, ahlussunnah wal jamaah. Beda dengan Syiah. Kalau Syiah itu terstruktur. Ada hirarki. Kita tidak. Kultur masjid kita lain dengan struktur masjid di Malaysia yang di bawah kerajaan. Begitu juga Saudi.

Baca: Materi Khutbah Bawaslu, KH Ma’ruf Amin: Konsultasikan ke MUI

Kita ini enggak. Masjid itu milik umat.  Dimana ada umat Islam, dia bikin masjid. Maka tidak ada  strukturnya. Jadi masjid di Indonesia itu khas,” terangnya kepada para wartawan termasuk hidayatullah.com seusai kajian “Umat Islam dalam Spektrum Politik” di aula A.H. Nasution Masjid Cut Meutia, Jakarta, Rabu (14/02/2018).

Maka, sambungnya, tidak mungkin isi khutbah diseragamkan.

“Pengurus masjidnya aja enggak tau apa yang mau dikhutbahkan oleh khatib. Suka-suka dia (khatib) aja itu,” pungkasnya.* Andi

Baca: PP Muhammadiyah: Negara Tak Perlu Ambil Alih Materi Khutbah

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !