Ahad, 17 Oktober 2021 / 10 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Effendi Ghazali Nilai Komunikasi Pemerintah pada Ulama Artifisial

net/ist.
Effendi Ghazali.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pakar komunikasi Effendi Ghazali menyoroti komunikasi pemerintah kepada ulama belakangan ini.

Ia melihat komunikasi pemerintah berjalan artifisial/tidak alami dan hanya di level atas saja. Agak sulit menurut dia kalau membangun pola komunikasi seperti itu saja.

“Jelang-jelang ada masalah atau setelah ada masalah, (ulama) diundang ramai-ramai ke istana,” sindirnya kepada pemerintah dalam kajian “Umat Islam dalam Spektrum Politik” yang diadakan oleh Badan Koordinasi Muballigh Indonesia (Bakomubin) di aula A Nasution Masjid Cut Meutia, Jakarta, Rabu (14/02/2018).

Baca: Ulama dan Umara Serukan Persatuan Umat untuk Indonesia

Selain komunikasi pemerintah kepada ulama, ia juga menyebut soal komunikasi ulama kepada pemerintah.

Menurutnya komunikasi ulama yang seimbang salah satunya adalah Buya Hamka. “Bicaranya sejuk, tapi pada saat-saat tertentu kalimatnya sangat tajam dan tegas,” pujinya.

Baca: Jika ‘Kriminalisasi’ Ulama Tak Disetop, Mosi Tak Percaya atas Pemerintah akan Digulirkan

Dalam kesempatan itu, ia juga mengkritik Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang membuat pedoman khutbah bagi khatib di masjid.

“Janganlah mencoba mengatur itu secara formal tanpa yang satu (pemerintah) bersikap adil dan benar dalam sistem pemerintahnya, yang satu (ulama) ikhlas dan jujur untuk saling memperkuat,” sarannya.* Andi

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

agnostik

Ketua PP Muhammadiyah: Agnostik dan Radikalisme, Virus Pendidikan Nasional Indonesia yang Merusak

Sandi Berenang di Laut, Minum Air Sumur Tua Manokwari

Sandi Berenang di Laut, Minum Air Sumur Tua Manokwari

Dediknas Tawarkan Dana Penelitian

Dediknas Tawarkan Dana Penelitian

Ahlul Bait Indonesia Siap Duduk Bersama

Ahlul Bait Indonesia Siap Duduk Bersama

Pengungsi NTB Terancam Diserang Malaria dan Tetanus

Pengungsi NTB Terancam Diserang Malaria dan Tetanus

Baca Juga

Berita Lainnya