Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Buktikan Asma Dewi Tak Bersalah, Pengacara Matangkan Pembelaan

zulkarnain/hidayatullah.com
Syarwan Hamid (pegang tongkat) bersama Asma Dewi (jilbab abu-abu) di PN Jaksel, Selasa (16/01/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pihak ibu rumah tangga yang didakwa terkait perkara ujaran kebencian, Asma Dewi, dijadwalkan membacakan pembelaan (pledoi) kepada majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (13/02/2018).

Namun agenda tersebut ditunda karena kuasa hukum masih mempersiapkan dengan matang pembelaan tersebut.

Baca: Asma Dewi Dituntut 2 Tahun Penjara Dinilai Ngawur

“Jaksa Penuntut Umum telah melakukan penundaan sidang penuntutan dua kali. Oleh itu kami juga meminta keadilan dengan meminta persiapan untuk pembuatan pledoi secara matang, dan ditunda sidang hari ini menjadi minggu depan, hari Selasa,” tutur pengacara Asma Dewi, Ahmad Leksono, kepada wartawan usai sidang di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Pasar Minggu, Selasa (13/02/2018).

Ahmad menambahkan, pihaknya masih mempersiapkan segala pembelaan secara matang untuk membuktikan klinenya tidak terbukti menyebarkan ujaran kebencian.

Baca: Ahli Politik Etnisitas: Asma Dewi Melakukan Autokritik Sosial

Ketua Majelis Hakim, Aris Bawono, menyatakan menunda sidang sampai Selasa, 20 Februari 2018 mendatang.

Pada sidang Selasa (06/02/2018) waktu lalu, JPU menuntut Asma Dewi dua tahun penjara dan membayar denda Rp 300 juta subsider tiga bulan penjara. Dewi oleh JPU dianggap terbukti melanggar Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).* Zulkarnain

Baca: Syarwan Hamid: Unggahan Asma Dewi bentuk Cinta Indonesia

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Pemkot Tangerang Musnahkan Ribuan Botol Miras

Pemkot Tangerang Musnahkan Ribuan Botol Miras

Jimly: Para Politisi Indonesia Harus Belajar Moralitas dari Natsir

Jimly: Para Politisi Indonesia Harus Belajar Moralitas dari Natsir

Menag: LGBT Tidak Dapat Diterima di Indonesia

Menag: LGBT Tidak Dapat Diterima di Indonesia

Kepemimpinan Ahok Dinilai tidak Sesuai dengan Amanat Bangsa

Kepemimpinan Ahok Dinilai tidak Sesuai dengan Amanat Bangsa

Negara-negara OKI Harus Cegah Meluasnya Islamofobia

Negara-negara OKI Harus Cegah Meluasnya Islamofobia

Baca Juga

Berita Lainnya