Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Penolak RKUHP Beraksi di depan Gedung DPR

zulkarnain/hidayatullah.com
Massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Sipi menolak RKUHP di Senayan, Jakarta, Senin (12/02/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Sejumlah orang dari beberapa kelompok mengatasnamakan “aliansi masyarakat sipil” menolak rancangan KUHP baru. Mereka menggelar aksi menolak RKUHP di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (12/02/2018) sore.

Massa menuding RKUHP sebagai bentuk diskriminasi kepada minoritas.

“Rancangan KUHP lebih bersifat menjajah dan kolonial dari pada KUHP Belanda,” tuding koordinator Muhammad Isnur ditemui media ini.

Dalam pantauan hidayatullah.com, berikut ini foto-foto kelompok tersebut.

Kelompok massa yang mendemo DPR menolak RKUHP di Senayan, Jakarta, Senin (12/02/2018). [Foto: Zulkarnain/hidayatullah.com]

Mereka mengklaim RKUHP masuk ke ranah pribadi.

Tampak sebuah poster berisi tulisan mendukung lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

[Foto: Zulkarnain/hidayatullah.com]

[Foto: Zulkarnain/hidayatullah.com]Sebelumnya, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo memastikan, pembahasan pasal tentang pelarangan perilaku lesbian, gay, biseksual, dan  transgender (LGBT) dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) baru bakal rampung dalam waktu dekat ini.

Baca: Terima Masukan MUI, Bamsoet Siap Mundur Jika DPR Dukung LGBT

Salah seorang peserta aksi tolak RKUHP. [Foto: Zulkarnain/hidayatullah.com]

“RUU KUHP sangat penting bagi penyelenggaraan negara hukum berdasarkan Pancasila. Karena UU KUHP yang berlaku selama ini adalah peninggalan hukum kolonial Belanda, sebagian besar materinya tidak sesuai dengan kehidupan kita,” ujar Bamsoet, sapaannya, dalam pertemuan dengan Pengurus MUI di Aula Buya Hamka, Gedung Pusat MUI, Selasa (06/02/2018).

RKUHP saat ini sedang dalam pembahasan DPR RI. DPR tengah menggodok RKUHP dimana di dalamnya mengatur perilaku seksual menyimpang seperti LGBT.

Isi RKUHP di antaranya akan memperluas delik pidana perzinaan dan pemerkosaan. Perluasan delik itu tidak saja melibatkan pria dan perempuan, tapi juga kepada sesama jenis (seks tidak normal).

Sementara Aliansi Masyarakat Sipil beralasan, menolak RKUHP dengan alasan rancangan undang-undang ini tidak berpihak pada ‘kelompok marjinal’ utamanya LGBT.*/ Zulkarnain

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Tri Sutrisno: Indonesia Toleran Sejak Kakek-Nenek

Tri Sutrisno: Indonesia Toleran Sejak Kakek-Nenek

PP Sidogiri Menolak Segala Penyimpangan dan Penodaan

PP Sidogiri Menolak Segala Penyimpangan dan Penodaan

Muhammadiyah: SKB Pendirian Rumah Ibadah Perlu

Muhammadiyah: SKB Pendirian Rumah Ibadah Perlu

Twitter Fahri Hamzah: “Tidak Ada Perang Agama

Twitter Fahri Hamzah: “Tidak Ada Perang Agama

Musabaqah Hifdzil Quran Masjid Abu Bakar ash-Shiddiq

Musabaqah Hifdzil Quran Masjid Abu Bakar ash-Shiddiq

Baca Juga

Berita Lainnya