Pembangunan Kesehatan Masyarakat dari Pinggir Diminta Dievaluasi

Masyarakat terpencil seperti suku Asmat harus mendapat perhatian khusus dalam hal pembangunan infrastruktur dan suprastrukturnya.

Pembangunan Kesehatan Masyarakat dari Pinggir Diminta Dievaluasi
puspen TNI
Prajurit yang tergabung dalam Satgas Kesehatan TNI melakukan pengobatan anak Suku Asmat, Papua, Januari 2018.

Terkait

Hidayatullah.com– Meskipun status kejadian luar biasa (KLB) campak di Asmat, Papua, telah dicabut, namun kasus tersebut masih menjadi sorotan.

Musibah wabah campak dan gizi buruk yang melanda masyarakat suku Asmat itu memang menggugah perhatian banyak pihak.

Anggota Komisi IX DPR RI Ahmad Zainuddin menyatakan, program pembangunan daerah tertinggal, terpencil, dan perbatasan seharusnya juga menyentuh aspek kesehatan masyarakatnya.

Baca: Status KLB Campak Asmat Dicabut

Menurutnya, keterpencilan daerah suku Asmat bukan fakta baru. Hal tersebut sudah diketahui sejak lama.

Karena itu, semestinya wabah campak dan gizi buruk di daerah terpencil seperti pedalaman suku Asmat tidak perlu di terjadi, terutama, lanjutnya, di era pemerintahan yang mencanangkan Pembangunan Dari Pinggir dalam Nawa Cita-nya.

“Masyarakat suku Asmat sudah lama tertinggal. Wabah penyakit dan gizi buruk seharusnya tidak perlu terjadi. Karena pemerintah ada program Pembangunan dari Pinggir.

Baca: KLB Gizi Buruk dan Campak di Asmat Harus yang Terakhir

Bukan hanya pembangunan fisik, tapi seharusnya pembangunan kualitas SDM, termasuk kesehatan,” ujar Zainuddin di sela-sela Sosialisasi Empat Pilar di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu dalam rilisnya kepada hidayatullah.com, Ahad (11/02/2018). Empat Pilar tersebut adalah Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Politisi PKS ini melanjutkan, pembangunan kesehatan masyarakat dari pinggir harus dievaluasi.

Baca: Permasalahan di Asmat Menurut KPAI

Masyarakat terpencil seperti suku Asmat harus mendapat perhatian khusus dalam hal pembangunan infrastruktur dan suprastrukturnya.

Sehingga pembangunan fisik yang sekarang sedang digalakkan pemerintah, harus linear dengan pembangunan kualitas sumber daya manusianya.

“IPM (Indeks Pembangunan Indonesia) Indonesia memang semakin baik. Tapi terkuaknya wabah penyakit dan gizi buruk di masyarakat Asmat serta wabah difteri yang muncul bersamaan di 29 provinsi, menunjukkan ada yang harus dievaluasi dari program Pembangunan Dari Pinggir dalam Nawa Cita,” jelas Zainuddin.*

Baca: Bio Farma: Kesehatan Bahan Hoax ke-3

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !