Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Menag: Rumusan Etika Kerukunan Beragama Penting Ditaati

Zulkarnain/hidayatullah.com
Acara pembukaan Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (08/02/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi rumusan pandangan dan sikap pemuka agama tentang etika kerukunan antar umat beragama. Menurutnya, rumusan tersebut penting ditaati oleh umat beragama.

“Saya amat bersyukur dan mengapresiasi setinggi-tingginya atas rumusan tersebut,” terang Menag usai mendampingi Presiden Joko Widodo menerima para pemuka agama di Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (09/02/2018).

“Rumusan etika tersebut yang dirumuskan sendiri oleh para pemuka agama amat penting untuk ditaati oleh setiap umat beragama dalam menjalani kehidupan kemasyarakatan di tengah kemajemukan kita,” lanjutnya.

Tokoh Agama berkumpul dalam Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa. Kegiatan yang diikuti 250 pemuka agama dari berbagai daerah di Indonesia ini ditutup Sabtu siang. Sorenya, mereka diterima Presiden Jokowi di Istana Bogor.

Baca: Perlunya Menjaga Kerukunan dalam Kebinekaan

Ikut mendampingi Presiden saat menerima para tokoh agama, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar-agama dan Peradaban Prof Din Syamsuddin.

Menurut Lukman, ada enam poin penting yang telah dirumuskan. Rumusan itu menitikberatkan pada pentingnya sikap saling menghormati dan menghargai antar pemeluk agama.

“Rumusan ini penting dipahami dan ditaati dalam menjaga kerukunan Indonesia yang majemuk,” ujar Lukman.

Enam rumusan Pandangan dan Sikap Umat Beragama tentang Etika Kerukunan Antar Umat Beragama yang dirilisnya tersebut adalah, pertama, setiap pemeluk agama memandang pemeluk agama lain sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan dan saudara sebangsa.

Kedua, setiap pemeluk agama memperlakukan pemeluk agama lain dengan niat dan sikap baik, empati, penuh kasih sayang, dan sikap saling menghormati.

Ketiga, setiap pemeluk agama bersama pemeluk agama lain mengembangkan dialog dan kerja sama kemanusiaan untuk kemajuan bangsa.

Keempat, setiap pemeluk agama tidak memandang agama orang lain dari sudut pandangnya sendiri dan tidak mencampuri urusan internal agama lain.

Baca: Di Depan Pemuka Agama, MUI Ingatkan Jaga Kerukunan

Kelima, setiap pemeluk agama menerima dan menghormati persamaan dan perbedaan masing-masing agama dan tidak mencampuri wilayah doktrin/akidah/keyakinan dan praktik peribadatan agama lain.

Terakhir, setiap pemeluk agama berkomitmen bahwa kerukunan antar umat beragama tidak menghalangi penyiaran agama, dan penyiaran agama tidak mengganggu kerukunan antar umat beragama.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

PPS & PPK: Beban Kerja Berat, Honor Minim, Jaminan Kesehatan Tak Ditanggung

PPS & PPK: Beban Kerja Berat, Honor Minim, Jaminan Kesehatan Tak Ditanggung

Hidayatullah Kirim 20 Tenaga Medis

Hidayatullah Kirim 20 Tenaga Medis

YPI Al-Azhar Bangun Pusat Diklat di Bogor

YPI Al-Azhar Bangun Pusat Diklat di Bogor

PKS Masih Belum Tentukan Sikap

PKS Masih Belum Tentukan Sikap

Pasca Kematian Siyono Tak Wajar, Konas Minta Jokowi Tinjau Ulang Densus

Pasca Kematian Siyono Tak Wajar, Konas Minta Jokowi Tinjau Ulang Densus

Baca Juga

Berita Lainnya