Selasa, 26 Oktober 2021 / 19 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

AILA: Pidana LGBT Bukan Over Kriminalisasi

zulkarnain/hidayatullah.com
Poster "Stop LGBT" pada sebuah aksi di Jakarta, 17 Desember 2017.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Kuasa Hukum Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia, Feizal Syahmenan, menilai, keliru jika pengaturan norma pidana terhadap perilaku seks menyimpang lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) merupakan over kriminalisasi dan rentan persekusi.

Menurutnya, dalam membuat sebuah perundang-undangan di Indonesia, memang harus dijiwai UUD 1945 dan Pancasila sebagai falsafah negara. Adapun pola hidup LGBT, kata dia, jelas tidak sesuai dengan UUD 1945 dan Pancasila.

“Jadi kalau dibuat sebuah ketentuan perundangan yang melarang LGBT, salahnya tuh dimana?,” ujarnya kepada hidayatullah.com usai Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, awal pekan ini, Senin (29/01/2018).

Baca: AILA: Gugatan di MK Upaya Merekayasa Sosial, Bukan Kriminalisasi

Kemudian, lanjut Feizal, anggapan yang mengatakan penjara akan penuh jika dibuat norma pidana bagi LGBT juga suatu pemikiran yang keliru.

Ia mencontohkan, bagaimana UU Korupsi, UU Narkotika, dan sebagainya, tidak serta merta menjadikan penjara penuh gara-gara orang yang korupsi dan pakai narkoba. Hal itu karena ada proses-proses hukum.

“Bisa saja seseorang diputus bebas, tidak bersalah, direhabilitasi, dan sebagainya. Kan, tidak langsung penjara. Semua kembali ke prosedur yang berlaku, ada proses pengadilan,” paparnya.

Baca: AILA: Seks Bebas dan LGBT Tak Sesuai Kepribadian Bangsa

Namun, Feizal menegaskan, yang terpenting bagaimana negara berkewajiban untuk membina masyarakatnya agar sesuai dengan Pancasila. Salah satunya dengan membuat norma hukum terhadap perilaku seks menyimpang.

“Justru itu dibuat aturan, supaya terukur. Kalau tidak dibuat aturan maka akan terjadi penafsiran masing-masing,” tandasnya.

“Jadi hukum itu adalah alat rekayasa sosial, ketika hukumnya baik maka mencegah masyarakat jadi rusak. Kalau dibilang LGBT ini takdir, apanya? sejauh mana dia berupaya tidak seperti itu, karena fitrahnya tidak begitu,” pungkas Feizal.*

Baca: Mahfud MD: Kriminalisasi LGBT Dibolehkan Konstitusi, Tak Langgar HAM

Rep: Ibnu Sumari
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

RI-Mesir Dorong Negara GNB Dukung Palestina

RI-Mesir Dorong Negara GNB Dukung Palestina

Dinas Syariat Selenggarakan Curah Pikir Perkuat Syariat

Dinas Syariat Selenggarakan Curah Pikir Perkuat Syariat

Ingin Diterima Muslim, Pendeta Umar Selalu Pakai Surban

Ingin Diterima Muslim, Pendeta Umar Selalu Pakai Surban

MA Diminta Keluarkan Fatwa untuk Pemberhentian Sementara Ahok

MA Diminta Keluarkan Fatwa untuk Pemberhentian Sementara Ahok

Musabaqah Hafalan Qur’an Dan Hadits Tingkat ASEAN-Pasifik Ke-VI Resmi Ditutup, Indonesia Juara 1

Musabaqah Hafalan Qur’an Dan Hadits Tingkat ASEAN-Pasifik Ke-VI Resmi Ditutup, Indonesia Juara 1

Baca Juga

Berita Lainnya