Tidak Ada Tradisi Sekuler dalam Islam

Tantangan terbesar yang dihadapi umat Islam saat ini adalah mengenali musuh-musuh kita yang menyerang ajaran Islam

Tidak Ada Tradisi Sekuler dalam Islam
Hidayatullah.com/Siraj
Dr. Adian Husaini dalam tausiyah-nya di Masjid Al-Irsyad, Yayasan Perguruan Al-Irsyad Surabaya (YPAS)

Terkait

Hidayatullah.com–Menyingkirkan agama dari tatanan kehidupan manusia adalah pemikiran yang sangat keliru. Mereka yang memahami hubungan akal dan iman harus terpisahkan, berararti mereka telah terkena virus budaya barat yang merusak.

Hal itu dinyatakan pengasuh Pesantren at-Taqwa Depok Dr. Adian Husaini dalam tausiyah-nya di Masjid Al-Irsyad, Yayasan Perguruan Al-Irsyad Surabaya (YPAS) usai maghrib pada hari Jum’at, (26/01/2018).

Dalam ceramah yang dibingkai dengan tema, “Jangan Lari dari Agama Allah” itu Adian juga menegaskan bahwa dalam Islam tidak pernah ada tradisi sekuler yang memisahkan agama dengan kehidupan.

Menurutnya tradisi sekuler itu  datang dari barat karena mereka trauma dengan pengalaman mereka sebelummya yang tatanan kehidupannya diatur oleh gereja.

“Orang yang memiliki akal benar pasti menolak terhadap pemikiran sekularisme ini. Karena, sekularisme berusaha menjauhkan syariat dari berbagai aspek kehidupan umat Islam, dan menghilangkan nilai agama dari tubuh umat Islam,” terang Ketua Program Doktor Pendidikan Islam Universitas Ibnu Khaldun (UIKA), Bogor itu.

Baca: Mengapa Seolah-olah Hanya Islam yang Diserang Sekularisme

Menurutnya, mereka yang sudah  terkontaminasi oleh virus  sekularisme ini beranggapan bahwa agama hanya mengekang kecerdasan akal dan kebebasan berfikir manusia. Mereka menolak sistem agama dalam semua urusan dunia seperti politik, sosial, pendidikan dan sebagainya.

Bagi mereka agama hanyalah penghalang terhadap kemajuan. Ironisnya, ide-ide agama dianggap kolot dan bertentangan dengan pemikiran akal sehat. Alhasil, mereka (orang sekuler, red) mengklaim peradaban mereka “maju” justru ketika telah meninggalkan Tuhan dan ajaran agama.

“Itulah dampak yang sangat berbahaya dari sekularisasi ilmu yang sedang menimpa kehidupan kita. Adanya upaya pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum lainnya,” ujar kolumnis  tetap rubric Catatan Akhir Pekan (CAP) di hidayatullah.com ini.

Baca: Logika Terbalik Pemuja Sekularisme

Dampaknya, tak sedikit yang menganggap ketika mengkaji ilmu kedokteran atau sains, misalnya, seolah tidak ada relevansinya dengan ajaran agama. Jikapun dihubungkan, maka terkadang yang terjadi adalah konten tersebut jauh dari agama.

“Hal ini merupakan tantangan terbesar yang dihadapi umat Islam sekarang. Kita harus benar-benar mengenali musuh-musuh kita yang menyerang ajaran Islam agar kita bisa waspada dan tahu proyeksinya dalam mendestruktifkan ajaran Islam, seperti melalui penyebaran paham sekular,” terang penulis buku Wajah Peradaban Barat tersebut.

Ia menutup ceramah-nya dengan menyeruh agar umat Islam tidak lari dari agama Allah, dan tidak mengkedilkan agama dengan tatanan kehidupan.

Acara yang juga disiarkan langsung via radio Suara Muslim Surabaya dan dimoderatori oleh Muhammad Nashir itu dilanjutkan dengan tanya jawab dan ditutup dengan doa.*/Sirajuddin Muslim

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !