Rabu, 27 Oktober 2021 / 21 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Kasus Persekusi UAS, 3 Saksi Fakta dari Bali Diperiksa Bareskrim

ist/nn
Advokat mendampingi pemeriksaan tiga saksi fakta asal Bali kasus persekusi Ustadz Abdul Somad (UAS) di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (24/01/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Bareskrim Polri di Jakarta memeriksa tiga saksi dari Bali, dalam kelanjutan proses hukum kasus persekusi atas Ustadz Abdul Somad (UAS) di Denpasar, Bali, penghujung 2017 lalu.

Tiga saksi tersebut adalah Muhamad Zainal Abidin, Andika, dan M Zein.

“Mereka saksi fakta,” ujar Tim Advokasi GNPF Ulama Nasrullah Nasution yang mendampingi pemeriksaan pada Rabu (23/01/2018) itu kepada hidayatullah.com.

Ia menjelaskan, sebenarnya ada empat orang saksi yang dipanggil, namun baru tiga saksi yang bisa hadir.

Baca: Terkait Persekusi UAS, BK DPD Memproses Arya Wedakarna

Saksi-saksi itu memberikan keterangan seputar persekusi terhadap UAS, termasuk bagaimana status-status media sosial para terlapor kasus itu.

“Makanya selain persekusi, (terlapor) dikenakan juga pasal-pasal sebagaimana termaktub dalam UU ITE,” ujar Nasrullah.

Terlapor kasus itu ialah I Gusti Agung Ngurah Harta, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, Ketut Ismaya, Jemima Mulyandari, Gus Yadi Alias Agus Priyadi, Mocka Jadmika, dan Arif.

Baca: Pelapor: Bukti-bukti dan Korban Persekusi UAS Sudah Jelas

Pemanggilan para saksi itu merupakan panggilan kedua untuk mereka. Dikarenakan pada panggilan pertama pekan lalu, para saksi berhalangan hadir, sebab waktunya bertepatan dengan pemeriksaan saksi di Polda Bali, terangnya.

Diharapkan, kasus ini segera diproses agar tidak menjadi preseden tidak baik bagi institusi penegak hukum.

Dikarenakan di masyarakat saat ini beredar saling membanding-bandingkan penanganan perkara yang satu dengan yang lainnya, yang ada kesan perbedaan dalam penanganannya, tutupnya.*

Baca: Humas Mabes Polri: Persekusi UAS Ada Unsur Pemaksaan

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Mantan Anggota DPR: Politisi Muslim Harus Memiliki Kesadaran Berislam

Mantan Anggota DPR: Politisi Muslim Harus Memiliki Kesadaran Berislam

Polri Usut Korupsi Rp 13 Triliun di Depag

Polri Usut Korupsi Rp 13 Triliun di Depag

PKS Bantah Ariel dan Luna Maya Pasti Diterima Jadi Kader

PKS Bantah Ariel dan Luna Maya Pasti Diterima Jadi Kader

DPR Menentang Penghapusan Regulasi Syarat TKA di Sektor Migas

DPR Menentang Penghapusan Regulasi Syarat TKA di Sektor Migas

Mahkamah Konstitusi sebaiknya tidak Diisi Orang Partai

Mahkamah Konstitusi sebaiknya tidak Diisi Orang Partai

Baca Juga

Berita Lainnya