Sabtu, 4 Desember 2021 / 28 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

‘LGBT Itu Penyakit, Harus Disembuhkan’

zulkarnain/hidayatullah.com
Seorang pria mengangkat poster "Stop LGBT" pada Aksi Bela Palestina di kawasan Monas, Jakarta, Ahad (17/12/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– “LGBT itu penyakit, maka harus disembuhkan. Jangan malah disebarkan,” kata Prof Mohammad Amin PhD, pakar biologi mulekuler dari Universitas Negeri Malang.

Amin mengatakan hal itu ketika berdiskusi secara terbatas dengan para cendekiawan Komunitas Pecinta Ilmu (KOPI) dalam rangkaian acara Rihlah Ilmiah ke beberapa institusi pendidikan di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (22/01/2018).

Lebih jauh, doktor biologi lulusan Marthin Luther University Halle, Jerman, ini mengutip UU No 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa dan Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa. Yakni bahwa homoseksualitas dan biseksualitas dikategorikan orang dalam masalah kejiwaan, sedangkan transeksualitas termasuk orang dengan gangguan kejiwaan.

Baca: Ustadz Abdul Somad: LGBT Penyakit, Bukan Pemberian Tuhan

“Sunatullah atau secara genetis, manusia ini diciptakan oleh Tuhan hanya ada laki-laki dan perempuan. Tidak ada jenis kelamin ‘antara’,” ujarnya.

Namun dalam perkembangannya, bisa saja seseorang mengalami masalah orientasi seksual karena faktor lingkungan.

“Yang mempengaruhi adalah persoalan lingkungan, bukan karena genetis,” kata Dewan Pakar Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Malang ini.

“Faktor lingkungan itu bermacam-macam, misalnya pendidikan yang keliru dari orangtua kepada anak. Contoh ada anak laki-laki yang diberi mainan anak perempuan seperti boneka, maka pertumbuhan hormon laki-lakinya akan terganggu.”

Baca: Para Mahasiswa Harus Kenali Penyebaran Penyakit LGBT Sedini Mungkin

Oleh karena itu, orangtua harus mendidik anak-anak secara benar. “Jika anak kita laki-laki, maka didiklah menjadi laki-laki. Begitu pula sebaliknya.”

Dalam pertumbuhan dan perkembangan kelamin, manusia normal itu memang hanya ada laki-laki dan perempuan. Secara genetis, organ kelamin dalam dan luar sangat ditentukan oleh kromosom pengendali ekspresi untuk jenis kelamin.

“Kalau ada laki-laki yang katanya melakukan operasi kelamin lantas menyebut dirinya perempuan, maka itu hanya casing-nya atau bagian luar saja. Organ kelamin dalamnya tetaplah laki-laki dan tidak mungkin dia bisa melahirkan, karena itu menyalahi Sunatullah,” jelasnya.

Baca: Lima Langkah Selamatkan Keluarga dari Bahaya Penyakit Kelainan LGBT

Itulah sebabnya, menurut Amin, LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) adalah masalah kejiwaan, bukan masalah genetis. “Jadi kalau ada pelaku LGBT yang mengaku ini adalah bawaan genetis, maka itu tidak betul. Ini adalah perilaku yang tidak normal atau penyakit, maka harus disembuhkan.”*/Pambudi

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Awas! Banyak Caleg Sakit Jiwa

Awas! Banyak Caleg Sakit Jiwa

Efisiensi Kuota Haji, Menag Akan Hapus TPHD

Efisiensi Kuota Haji, Menag Akan Hapus TPHD

STAIN Jember: Pelaku Pelecehan Lafadz Allah Sudah Diberi Sanksi

STAIN Jember: Pelaku Pelecehan Lafadz Allah Sudah Diberi Sanksi

Zakat fitrah berbeda

Besaran Zakat Fitrah di Tiap Daerah Berbeda, Ini Penjelasannya

Lewat Kominfo Pemerintah Sudah Siapkan Peta Jalan Digital 2021-2024

Lewat Kominfo Pemerintah Sudah Siapkan Peta Jalan Digital 2021-2024

Baca Juga

Berita Lainnya