Sabtu, 27 November 2021 / 22 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Lantik 4 Pejabat, Kenapa Jokowi Pilih 2 Pensiunan Jenderal TNI?

Erric Permana/AA
Idrus Marham (kedua dari kiri), Moeldoko (ketiga dari kiri), Agum Gumelar (keempat dari kiri), dan Yuyu Sutisna (keempat dari kiri) saat dilantik ke jabatan barunya oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/01/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Presiden Joko Widodo melantik empat pejabat pemerintah yaitu Idrus Marham, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, dan Marsekal TNI Yuyu Sutisna.

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko dilantik oleh Presiden sebagai Kepala Staf Presiden menggantikan Teten Masduki.

Sementara itu, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres).

Kemudian Marsekal Madya TNI Yuyu Sutisna dilantik menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Udara. Yuyu sebelumnya merupakan Wakil KSAU.

Baca: Di Depan TNI, Jokowi: Negara Tak Berencana Minta Maaf ke PKI

Dua pensiunan jenderal TNI AD, Moeldoko dan Agum Gumelar, kembali masuk dalam jajaran resmi pemerintahan saat ini. Pelantikan keempat pejabat itu berlangsung dalam upacara di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, tadi pagi, Rabu (17/01/2018).

Bagi kedua pensiunan jenderal itu, lantai dan selasar Istana Merdeka-Istana Negara dan lain-lain kompleks gedung pemerintahan bukan hal asing lagi. Moeldoko pernah menjadi Kepala Staf TNI AD dan Panglima TNI sebelum digantikan Jenderal TNI (saat itu) Gatot Nurmantyo.

Moeldoko dan Gumelar dilantik dan diambil sumpahnya bersama dengan Menteri Sosial, Idrus Marham, yang menggantikan Khofifah Parawansa, dan Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI Yuyu Sutisna, yang saat akan dilantik masih memakai tanda pangkat marsekal madya TNI.

Moeldoko, setelah digantikan Nurmantyo, kemudian bergiat di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia sampai akhirnya –tanpa gembar-gembor– namanya disebut menjadi kepala staf kepresidenan menggantikan bekas aktivis di  Indonesia Corruption Watch (ICW), Teten Masduki.

Baca: Panglima TNI: Tidak Boleh Ada Separatis Bersenjata

Sedangkan Gumelar yang karir militernya banyak di Komando Pasukan Khusus TNI AD, perjalanan karirnya juga cukup beraneka walau tidak pernah menjadi panglima ABRI.

Dia pernah menjadi Menteri Perhubungan pada dua kabinet (satu merangkap bidang telekomunikasi), Ketua Umum PSSI, Gubernur Lemhannas, dan juga Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial, dan Keamanan.

Dia juga aktif di Peppabri bersama senior-senior dan sesepuh-sesepuh TNI dan Kepolisian Indonesia.

Lalu, mengapa kedua jenderal purnawirawan itu dipilih Presiden Joko Widodo?

Jokowi, seusai pelantikan mereka, di Istana Negara, Rabu, mengatakan, sudah mempertimbangkan banyak hal sebelum akhirnya memutuskan Moeldoko-Gumelar.

“Yang ditanya kok pertimbangan semua. Ya banyak saya kira pertimbangan. Soal apa yang sudah kita putuskan itu sudah melalui pertimbangan yang panjang, kalkulasi perhitungan yang panjang,” kata Jokowi.

Kedua orang tokoh itu berlatar militer? “Malah bagus khan,” ujar Jokowi yang didampingi Wakil Presiden, Jusuf Kalla, demikian Antaranews.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Kemdikbud Kirimkan 100 Guru ke Malaysia

Kemdikbud Kirimkan 100 Guru ke Malaysia

Mensos Serahkan Sapi Qurban dan Bantuan Rp 316 Juta untuk Muslim Tolikara

Mensos Serahkan Sapi Qurban dan Bantuan Rp 316 Juta untuk Muslim Tolikara

Caleg Partai Berbasis Islam Dikaitkan Politisi Busuk

Caleg Partai Berbasis Islam Dikaitkan Politisi Busuk

Abubakar Ba`asyir Hadiahi Arifin Ilham Buku Agama

Abubakar Ba`asyir Hadiahi Arifin Ilham Buku Agama

Anggota DPR Ingatkan Pemerintah PR Masalah Pengangguran

Anggota DPR Ingatkan Pemerintah PR Masalah Pengangguran

Baca Juga

Berita Lainnya