Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Didemo, Facebook Indonesia Tak Temui Perwakilan Ribuan Massa

zulkarnain/hidayatullah.com
Aliansi Tolak Kedzaliman Facebook mendemo kantor Facebook Indonesia di Jakarta, Jumat (12/01/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pihak Facebook Indonesia tidak menemui perwakilan massa dari Aliansi Tolak Kedzaliman Facebook yang mendemo kantor Facebook di Jl Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (12/01/2018).

Pengacara Aliansi Tolak Kedzaliman Facebook, Eggi Sudjana, menyatakan, pihak Facebook pengecut, kabur, dan tidak bertanggung jawab atas perlakuannya kepada akun umat Islam.

“Bagaimana tidak perusahaan Internasional sebesar Facebook, lari dari tanggung jawab dan tidak tahu melakukan demokrasi,” ujar Eggi kepada hidayatullah.com di Gedung Capital Place tempat kantor Facebook Indonesia berada, di sela-sela aksi dama ribuan massa Islam itu.

Eggi menambahkan, mestinya Facebook bertanggung jawab secara intelektual kenapa melakukan pemblokiran yang meresahkan umat Islam.

“Kami diterima dengan pihak pengembang gedung ini dan kami (Aliansi) sudah menitip pesan bahwa Senin kami akan datang lagi untuk bertemu dengan pohak otoritas Fecebook meminta keterangan dan kejelasan,” tegasnya.

Koordinator Aliansi Tolak Kedzaliman Facebook, Habib Ali Abu Bakar Alatas, menambahkan, otoritas Facebook mestinya harus fair.

Ia mengatakan, Facebook memblokir akun dakwah umat Islam, kemanusiaan, dan aktivitis Islam, sementara di saat yang sama banyak akun yang menistakan agama, melakukan penghinaan kepada ulama, menyebar pornografi, LGBT di Indonesia, tapi kenapa tidak diblokir.

Perwakilan Aliansi masuk ke gedung Capital Place didampingi Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Mardiaz Kusin dan sekitar 19 orang yang masuk hendak bertemu dengan pihak Facebook. Namun pihak Facebook tidak ada yang hadir.

Sementara itu, ‎Juru bicara Facebook yang tidak menyebutkan namanya melalui keterangan tertulis, mengklaim, Facebook ingin agar semua orang yang menggunakan Facebook merasa aman dan nyaman saat mereka berbagi cerita maupun berhubungan dengan teman serta keluarga.

‎”Kami terbuka apabila Facebook digunakan untuk berdiskusi mengenai beragam topik dan gagasan serta meningkatkan kesadaran akan isu yang penting bagi masyarakat,” tulisnya, Jakarta, Jumat (12/01/2018) kutip Tribunnews.

Juru bicara Facebook mengklaim pihaknya akan menghapus konten yang melanggar standar komunitas yang telah ditetapkan dan dibuat‎ untuk mencegah adanya organisasi atau individu yang menyerukan ujaran kebencian.

“Atau kekerasan terhadap pihak lain yang memiliki pandangan berbeda dengan mereka,” ucapnya.* Zulkarnain

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Wartawan Tidak Boleh Jadi Corong Polisi

Wartawan Tidak Boleh Jadi Corong Polisi

Ketum IMM Menilai Pemerintah Telah Kehilangan Orientasi

Ketum IMM Menilai Pemerintah Telah Kehilangan Orientasi

Dinilai Termasuk Program 8 Jam Belajar, Anak Bantu Orangtuanya untuk Belajar Berwirausaha

Dinilai Termasuk Program 8 Jam Belajar, Anak Bantu Orangtuanya untuk Belajar Berwirausaha

Tantang Wartawan Main Futsal, Seragam Arifin Ilham “Bernilai Spiritual”

Tantang Wartawan Main Futsal, Seragam Arifin Ilham “Bernilai Spiritual”

Bagaimana Hukum Vaksinasi Covid-19 saat Berpuasa? MUI Keluarkan Fatwanya

Bagaimana Hukum Vaksinasi Covid-19 saat Berpuasa? MUI Keluarkan Fatwanya

Baca Juga

Berita Lainnya