Senin, 6 Desember 2021 / 30 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

PKS Kritisi Proses Berdemokrasi di Indonesia

Zulkarnain/hidayatullah.com
Presiden PKS Sohibul Iman pada acara Konsolidasi Pasangan Calon Kepala Daerah PKS se-Indonesia di Jakarta, Kamis (04/01/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengkritisi proses berdemokrasi di Indonesia.

Meski memuji pelaksanaan Pilkada 2015 dan 2017 yang secara umum berjalan dengan baik, tapi Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman, menilai, masih ada catatan dalam proses berdemokrasi di Indonesia setelah era reformasi yang harus diperhatikan.

“Demokrasi yang kita bangun dan yang kita rayakan hari ini adalah demokrasi prosedural. Belum menunjukkan demokrasi substansial, dengan munculnya desentralisasi dan otonomi daerah, ada beberapa catatan dalam melaksanakan proses demokrasi di daerah maupun pemilu,” kata Sohibul pada acara Konsolidasi Pasangan Calon Kepala Daerah PKS se-Indonesia di Jakarta, Kamis (04/01/2018).

Baca: PKS: Kita Perlu Belajar pada Tokoh-tokoh Demokrasi Internasional

Sohibul menambahkan, pemilihan langsung yang berjalan baik dimana-mana, masih diwarnai politik uang dan berbagai kecurangan.

“Tidak sesuai dengan semangat dalam meningkatkan kualitas demokrasi. Benar masyarakat ikut, tetapi karena ada money politic dan kecurangan, belum mencerminkan aspirasi sesungguhnya,” ujarnya.

Menurutnya, tujuan demokrasi adalah mensejahterakan. Tapi ternyata hari ini, setelah 20 tahun melewati reformasi, Indonesia masih mengalami ketidakselarasan antara politik dan ketidaksejateraan ekonomi masyarakat.

“Bahkan, angka pengangguran belum bisa kita sembuhkan. Sebuah fenomena yang perlu kita perhatikan secara serius,” jelasnya.

Baca: Indonesia Diajak Hijrah dari Demokrasi Liberal Menjadi Syuro

Sohibul menyatakan, pada batas tertentu masih ada anarki-anarki. Bukan masyarakatnya, namun adanya tokoh-tokoh tertentu, yang belum dewasa berdemokrasi. Merangsang dan mendorong pengikutnya melakukan tindakan yang anarki.* Zulkarnain

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Dengan Fikih Almaun, Muhammadiyah Jawab Problem Bangsa

Dengan Fikih Almaun, Muhammadiyah Jawab Problem Bangsa

Ganip Warsito Kepala BNPB

Gantikan Doni Monardo yang Pensiun, Presiden Jokowi Resmi Lantik Ganip Warsito jadi Kepala BNPB

KPIQP: Calling Visa termasuk “Soft Diplomacy” Menuju Normalisasi Indonesia-‘Israel’

KPIQP: Calling Visa termasuk “Soft Diplomacy” Menuju Normalisasi Indonesia-‘Israel’

UAS Tolak Mobil Mewah, Aa Gym Doakan Penyebar Fitnah dapat Hidayah

UAS Tolak Mobil Mewah, Aa Gym Doakan Penyebar Fitnah dapat Hidayah

Patai Bulan Bintang: Yusril Terpilih Secara Aklamasi

Patai Bulan Bintang: Yusril Terpilih Secara Aklamasi

Baca Juga

Berita Lainnya