Selasa, 26 Oktober 2021 / 19 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Sebut “Hoax Membangun”, Kepala BSSN Disoroti DPR dan Masyarakat

Yudhi Mahatma/Antara
Kepala Badan Siber dan Sandi Negara BSSN Djoko Setiadi.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Dalam jumpa pers usai dilantik sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Djoko Setiadi, mengatakan, lembaganya akan turut berperan untuk membasmi berita bohong (hoax) yang banyak bertebaran di media sosial.

Dalam pernyataannya usai dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (3/1/2018) itu, Djoko juga mempersilakan kalau ada ‘hoax membangun’. Sontak saja pernyataan Djoko itu menuai polemik dan sorotan dari berbagai pihak.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, misalnya, turut menyoroti pernyataan Kepala BSSN Djoko Setiadi soal dikotomi “hoax positif dan negatif”.

Baca: Soal Penindakan Hoax, DPR: BSSN Bukan Lembaga Hukum

Menurutnya, pengertian hoax saja sudah negatif, lantaran bersifat fitnah, memutarbalikan, dan pencemaran nama baik.

“Jadi, bagaimana mungkin hoax bisa diartikan positif,” ujarnya dalam pesan tertulis yang diterima hidayatullah.com, Kamis (04/01/2017).

Politisi PDIP ini menyampaikan, Kepala BSSN perlu memahami bahwa hoax itu bukan kritik, jadi tidak ada hoax yang membangun.

“Saran saya kepada Kepala BSSN Djoko Setiadi sebaiknya banyak membaca regulasi terkait dengan penanganan pelaku kejahatan cyber, termasuk UU ITE,” terangnya.

Selain itu, sebagai pejabat negara, ia meminta, Djoko Setiadi sebaiknya tidak asal bicara pada publik sebelum memahami akar persoalan.

Diwarta media usai dilantik Jokowi, Kepala BSSN Djoko mengatakan, “Tentu hoax ini kita lihat, ada yang positif dan negatif. Saya imbau kepada kawan-kawan, putra-putri bangsa Indonesia ini, mari sebenarnya kalau hoax itu hoax membangun ya silakan saja.”

Baca: Komisi I: BSSN Harus Mampu Antisipasi Berbagai Serangan Siber

Pernyataan “hoax membangun” itu menjadi sorotan berbagai pihak termasuk oleh para pengguna media sosial. Kamis pagi ini, pantauan hidayatullah.com, tagar #HoaxMembangun menjadi pembahasan paling tren oleh warganet (trending topic) di Twitter.

“#HoaxMembangun itu nama aslinya ‘Propaganda’. Sudah lama dilakukan semua rezim penguasa? #nothingnew,” kicau @unilubis kemarin.

“”Ekonomi meroket, harga-harga terjangkau, hukum berdiri tegak tanpa pandang bulu, kondisi utang negara dalam level aman, pemerintah sukses membuat rakyat bahagia”. Apakah ini yang dimaksud dengan #HoaxMembangun ?”,” tulis akun resmi Partai Gerindra, @Gerindra.

Kepala BSSN Djoko Setiadi diwarta media sudah menyatakan permintaan maaf karena pernyataannya itu menimbulkan kebingungan di masyarakat. Namun dia mengatakan memang ada hoax yang membangun. Djoko juga menyatakan jika itu keliru maka ia mencabut pernyataan “hoax membangun” itu.*

Rep: Ibnu Sumari
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Menteri Yohana Prihatin 54 Persen Anak Perokok

Menteri Yohana Prihatin 54 Persen Anak Perokok

Banyak yang Ingatkan Panja RUU P-KS Tak Buka Ruang Kebebasan Seks

Banyak yang Ingatkan Panja RUU P-KS Tak Buka Ruang Kebebasan Seks

herd immunity

Covid-19 Mengganas, Pemerintah Berlakukan Pembatasan Ketat, Inilah Peraturan Lengkapnya

Riset GeNAM: 14 Juta Remaja Indonesia Pernah Konsumsi Miras

Riset GeNAM: 14 Juta Remaja Indonesia Pernah Konsumsi Miras

MUI Dukung Penuh OKI Deklarasikan Baitul Maqdis Ibu Kota Palestina

MUI Dukung Penuh OKI Deklarasikan Baitul Maqdis Ibu Kota Palestina

Baca Juga

Berita Lainnya