Mualaf di Pedalaman Kaltim Butuh Pendampingan dan Pembinaan

"Insya Allah kami (MUI, Red) akan bekerja sama dengan berbagai pihak seperti NU, Muhammadiyah, Hidayatullah, dan ormas lainnya agar masalah para mualaf dapat diatasi secepatnya," terang Ketua MUI Kabupaten Mahakam Ulu.

Mualaf di Pedalaman Kaltim Butuh Pendampingan dan Pembinaan
zulkarnain/hidayatullah.com
Anak-anak mualaf di Long Melaham, Makaham Ulu, Kalimantan Timur, mendapatkan pelayanan khitan massal gratis dari Laznas BSM dan IMS, penghujung Desember 2017.

Terkait

Hidayatullah.com– Mualaf di pedalaman Kalimantan Timur (Kaltim) dirasa sangat membutuhkan dai atau tenaga penyuluh, untuk pendampingan dan pengembangan keimanan mereka.

Secara khusus hal itu terlihat di kampung Datah Bilang, Kecamatan Long Melaham, salah satu kawasan pedalaman di Kabupaten Mahakam Hulu (Mahulu), Kaltim, yang minoritas Muslim.

Baca: Laznas BSM-IMS Gelar Khitanan Massal Mualaf Pedalaman Kalimantan Timur

“Perkembangan mualaf secara umum bagus, sudah banyak yang tertarik memeluk agama Islam dari tahun ke tahun. Cuma kendala terbesar bagi kami yaitu sangat membutuhkan pendidikan dan pendampingan oleh para mereka yang lebih berkompeten di bidang agama,” tutur pembina mualaf Datah Bilang Ahmad Bukhori Muslim kepada hidayatullah.com, Sabtu (30/12/2017).

Ahmad yang dulu bernama Timotius ini menambahkan, para mualaf sangat berterima kasih, jika ada siapapun yang berniat baik membantu mereka, termasuk dalam hal penyediaan peralatan ibadah.

Baca: ‘Semoga Islam Semakin Benderang di (Masjid) Long Melaham’

Tapi bagi mereka, di pedalaman ini yang sangat lebih dibutuhkan adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM), berupa pendidikan agama khususnya untuk para mualaf.

“Kami sudah berkoordinasi dengan MUI Kabupaten Mahakam Hulu, Hidayatullah, NU, dan lain-lain dalam hal ini semoga cepat diatasi,” harapnya yang kini sudah masuk 20 tahun berhijrah.

Hal senada juga diucapkan oleh Nenek Iko (76 tahun). Mualaf yang juga tinggal di Kampung Long Melaham ini mengaku sangat miris dengan kondisi spiritual kebanyakan mualaf. Dimana banyak yang masih minim minatnya memakmurkan masjid, terutama shalat wajib lima waktu.

“Jangan sampai mereka menjadi mualaf karena sembako aja, jika ada pembagian sembako baru mereka ke masjid, jika tidak ada mereka tidak akan ke masjid meski hari Jumat,” jelasnya kepada hidayatullah.com ditemui di Long Melaham.

Baca: MUI Mahakam Ulu Beri Bantuan dan akan Bina Mualaf Pedalaman

Ketua MUI Mahulu, Muhammad Yasin, menanggapi keluhan para mualaf yang sangat membutuhkan pendampingan dan pengembangan SDM.

“Insya Allah kami (MUI, Red) akan bekerja sama dengan berbagai pihak seperti NU, Muhammadiyah, Hidayatullah, dan ormas lainnya agar masalah para mualaf dapat diatasi secepatnya,” terangnya kepada media ini.* Zulkarnain

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !