Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Legislator Minta Petani Tak Mudah Jual Tanahnya

muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
[Ilustrasi] Petani di Desa Bone-Bone, Enrekang, Sulawesi Selatan.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Anggota Komisi IV DPR RI, Hermanto, minta para petani agar tidak mudah menjual tanahnya atau mengalihfungsikannya ke penggunaan lain.

“Negara kesulitan mencari lahan untuk cetak sawah baru. Makanya lahan yang masih ada di tangan petani saat ini sangatlah berarti,” paparnya¬†dalam sambutannya pada kegiatan penyerahan alat dan mesin pertanian (alsintan) bantuan pusat kepada para kelompok tani Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, di halaman kantor Dinas Pertanian setempat baru-baru ini dalam rilisnya kemarin.

Menurut Hermanto, petani ibarat benteng penjaga yang berperan mencegah upaya berbagai pihak yang menghendaki alih fungsi lahan pertanian ke penggunaan lain.

“Peran petani sangat strategis untuk ketersediaan dan kedaulatan pangan masa depan Indonesia,” ucap legislator dari dapil Sumbar ini.

Pada kesempatan itu, ia juga meminta para kelompok tani penerima bantuan alsintan agar berupaya mencegah terjadinya pengangguran alsintan.

Untuk hal tersebut kelompok tani harus berkoordinasi dengan kelompok tani lainnya dan dengan Dinas Pertanian di daerahnya guna optimalisasi penggunaan alsintan.

“Tanpa koordinasi, alsintan tersebut akan banyak menganggurnya dibandingkan kerjanya,” ujar Hermanto

Jenis alsintan yang diserahkan dalam kegiatan ini adalah: traktor roda 4, traktor roda 2, mesin tanam, mesin panen, pompa air, dan cultivator. Total alsintan yang diserahkan sebanyak 40 unit.

Traktor roda 4 misalnya. “Kemampuannya luar biasa. Lahan 1 kelompok tani yang berkisar 20-25 ha bisa digarap tuntas sekitar seminggu. Tanpa koordinasi, mesin pertanian tersebut selanjutnya akan menganggur,” papar legislator dari Fraksi PKS ini.

Lebih jauh, menurutnya, kebijakan negara melakukan modernisasi alsintan lalu memberikannya ke petani merupakan upaya mencapai kedaulatan pangan, di tengah-tengah semakin menurunnya minat masyarakat untuk terjun ke sektor pertanian.

“Penduduk terus bertambah. Semuanya butuh makan. Sementara pekerja sektor pertanian terus berkurang. Maka salah satu solusinya adalah modernisasi alsintan,” paparnya.

Hadir juga dalam kegiatan ini Bupati Pesisir Selatan Hendra Joni dan Kepala dinas Pertanian Jumsu Trisno.

Hendra Joni berpesan kepada petani agar tetap semangat bertani untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian.

“Telah terjadi peningkatan produktivitas pertanian di Pesisir Selatan di tahun 2017 dibandingkan tahun 2016 sebesar 0.8 ton per hektare disebabkan oleh penggunaan alsintan oleh petani,” katanya.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Pesan Muhaimin Iskandar kepada Anak Muda: Agama Tak Boleh Dipisahkan dari Negara

Pesan Muhaimin Iskandar kepada Anak Muda: Agama Tak Boleh Dipisahkan dari Negara

Dirjen Pendis: Mustahil Pendidikan Agama akan Dihilangkan

Dirjen Pendis: Mustahil Pendidikan Agama akan Dihilangkan

Senin Besok PN Surabaya Bacakan Putusan Gugatan Penutupan Dolly

Senin Besok PN Surabaya Bacakan Putusan Gugatan Penutupan Dolly

IHEX 2018 Konferensi dan Pameran Kesehatan-Produk Halal Pertama

IHEX 2018 Konferensi dan Pameran Kesehatan-Produk Halal Pertama

Didatangi Ratusan Ribu Peserta Aksi Bela Al-Quran, Jokowi Resmikan Acara Lain

Didatangi Ratusan Ribu Peserta Aksi Bela Al-Quran, Jokowi Resmikan Acara Lain

Baca Juga

Berita Lainnya