Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

LPAI: Kasus LGBT Permasalahan Kedua Terbesar Anak

yahya g nasrullah/hidayatullah.com
[Kiri ke kanan] Iip Syafrudin (Ketua Bidang Sumber Pengembangan Dana dan Daya LPAI), Henny Rusmiati (Sekjen LPAI), Kak Seto, dan Reza Indragiri Amriel dalam konferensi pers catatan akhir tahun 2017 LPAI terkait LGBT dan permasalahan anak lainnya di Jakarta, Kamis (28/12/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) merilis catatan akhir tahun 2017. Berdasarkan laporan, temuan, serta referral (rujukan) selama setahun, LPAI menemukan bahwa persoalan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) atau kekerasan seksual termasuk menjadi permasalahan nomor dua bagi anak.

Sekjen LPAI Henny Rusmiati mengatakan, terdapat 28 kasus anak menjadi korban kekerasan selama tahun 2017. Dengan rincian 17 kasus kekerasan seksual, 9 kasus kekerasan fisik, dan 2 kasus kekerasan psikis.

Baca: KPAI: Perilaku LGBT Bahayakan Tumbuh Kembang Anak

Henny mengungkapkan, ketidaksenonohan seksual sesama jenis terhadap anak memiliki kadar keburukan yang luar biasa, yaitu penyesatan orientasi seksual anak.

“Kodrat heteroseksual dirusak sedemikian rupa, termasuk dengan cara-cara lunak, agar sejak kanak-kanak mengembangkan homoseksual,” ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (28/12/2017).

Ia menilai, kaum LGBT senantiasa mengampanyekan orientasi seksual menyimpang mereka secara masif dan terorganisasi.

Baca: Reza Indragiri: Pegiat LGBT Bisa Dipidanakan

Kaum LGBT, menurutnya, menyimpangkan persepsi khalayak luas bahwa sejak usia sangat belia pun anak-anak sudah bisa memiliki kecenderungan ketertarikan seksual terhadap sesama jenis kelamin.

“LPAI berkeyakinan, kekejian orientasi seksual menyimpang seyogianya terbayangkan bahkan seharusnya kita sepakati bersama sebagai salah satu bentuk kejahatan psikis dan seksual yang dapat mengenai masyarakat, khususnya anak-anak,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum LPAI Seto Mulyadi menyatakan, persoalan LGBT pada anak sudah menjadi konsen masyarakat dalam kepengasuhan.

“Karenanya kami menyatakan ini dalam catatan akhir tahun, harapannya pada 2018 bisa menjadi fokus bersama. Sesuai dengan Nawacita dari Presiden Joko Widodo,” pungkasnya.

Baca: Akun LGBT Marak, Orangtua Diminta Awasi Anak-anak

Adapun urutan pertama permasalahan anak dalam catatan LPAI adalah persoalan keluarga dan pengasuhan alternatif, yakni sebanyak 54 kasus. Dengam rincian 28 kasus upaya penutupan akses bertemu orangtua, 15 kasus perebutan hak kuasa asuh, 5 kasus penculikan dalam keluarga, 4 kasus penelentaran hak penafkahan, serta 1 kasus anak hilang dan kecelakaan akibat kelalaian orangtua.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

MUI: Pentingya Koordinasi Dalam Berdakwah

MUI: Pentingya Koordinasi Dalam Berdakwah

Saudi Sayangkan Pembakaran Bendera Tauhid

Saudi Sayangkan Pembakaran Bendera Tauhid

Belajar dari Kasus Roger Danuarta, Selektiflah Berteman

Belajar dari Kasus Roger Danuarta, Selektiflah Berteman

Warga Mampang Protes Keberadaan Rumah Prostitusi Dan Miras

Warga Mampang Protes Keberadaan Rumah Prostitusi Dan Miras

Pimpinan DPR: Kapasitas Pemimpin Sangat Penting dalam Sebuah Negara

Pimpinan DPR: Kapasitas Pemimpin Sangat Penting dalam Sebuah Negara

Baca Juga

Berita Lainnya