Senin, 6 Desember 2021 / 30 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Sidang Jasriadi, Pengacara Yakin Dakwaan akan Terbantahkan

uu ite direvisi IST
[Ilustrasi] UU ITE
Bagikan:

Hidayatullah.com– Hari ini, Kamis (28/12/2017), Jasriadi yang dikait-kaitkan dengan kasus ‘Saracen’ akan mulai menjalani persidangannya dengan agenda pembacaan dakwaan di PN Pekanbaru, Riau.

Tim Kuasa Hukum Jasriadi, Djudju Purwantoro, mengatakan, kasus “Saracen” yang di awal pemeriksaan oleh Penyidik dinyatakan adanya dugaan ujaran kebencian dengan motif ekonomi dari suatu kelompok, ternyata hal itu hanyalah upaya dalam rangka membangun opini di masyarakat.

“Dengan maksud agar TSK (tersangka Jasriadi) bisa ditahan lebih dulu, sesuai pasal 28 (2) Jo 45 (2), UU ITE 19/2016. Sangkaan tersebut diduga suatu upaya atau rekayasa untuk membungkam kebebasan masyarakat yang kritis kepada rezim,” ujar Djudju di Jakarta, Kamis, kepada hidayatullah.com dalam pernyataannya.

Baca: Bang Japar Pertanyakan Masifnya Isu Kasus “Saracen”

Ia mengatakan, apa yang dilakukan oleh Jasriadi adalah lebih kepada kritik konstruktif atas rezim dan perlawanan kepada kelompok atau derasnya situs- situs porno yang menyerang melalui medsos dan menyudutkan terutama kepada golongan Muslim.

Ia mengatakan, pemeriksaan awal dari Penyidik yang mengatakan bahwa ada kelompok/organisasi yang memproduksi ujaran kebencian/Saracen -yang terstruktur- dengan motif ekonomi atau uang dalam jumlah jutaan rupiah, adalah bertolak belakang dengan surat dakwaan.

“JPU mendakwa Jasriadi melanggar UU ITE dengan pasal; mengakses komputer dan/atau sistem elektronik milik orang lain dengan cara apa pun, maka akan terbantahkan nantinya dalam proses persidangan,” ungkap Direktur LBH Bang Japar ini.

Baca: IRT Ditangkap Dituding “Sindikat Penyebar Hoax”, Sri Rahayu Tegaskan Tak Gabung “Saracen”

“Kami tetap meminta kepada aparat penegak hukum supaya penegakan hukum diterapkan sama kepada semua orang/kelompok (equality before the law) tanpa tebang pilih (diskriminasi), terutama kepada mereka yang merasa memiliki kedekatan dan kepentingan kepada pihak penguasa,” tambahnya.

Jasriadi didakwa Pasal 46 (1), (2) Jo Pasal 30 (1), (2), Pasal 48 (2) Jo 32 (2), Pasal 51 (1) Jo Pasal 35, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).*

Baca: Mustofa: Hati-hati, Tak Bisa Ditebak, Siapa Disasar Isu Liar “Saracen”

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Lebih 100 Dokter Alumni Pondok Gontor Perkuat Sistem Penanganan Covid-19

Lebih 100 Dokter Alumni Pondok Gontor Perkuat Sistem Penanganan Covid-19

Sekolah Muhammadiyah ini Dikabarkan Boikot Produk Sari Roti

Sekolah Muhammadiyah ini Dikabarkan Boikot Produk Sari Roti

Lapan Terbitkan Buku Astronomi tentang Kalender Hijriah

Lapan Terbitkan Buku Astronomi tentang Kalender Hijriah

Investasi Industri Miras

Dukung RUU Minuman Beralkohol, Fahira: Banyak Negara Paling Liberal-Sekuler pun Punya Aturan Khusus Minol

Rais Aam PBNU: Salah Satu Karakter NU Dinamis, bukan tekstualis dan Tidak Liberalis

Rais Aam PBNU: Salah Satu Karakter NU Dinamis, bukan tekstualis dan Tidak Liberalis

Baca Juga

Berita Lainnya