Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Dahnil Nilai Pendeportasian UAS oleh Hong Kong Ganjil

yahya g nasrullah/hidayatullah.com
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak berbicara kepada wartawan terkait kasus penyerangan Novel Baswedan.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menilai ada yang ganjil dengan pendeportasian Ustadz Abdul Somad (UAS) dari Bandara Internasional Hong Kong baru-baru ini.

Dahnil mengaku heran, bagaimana bisa pihak otoritas Hongkong diduga mendapatkan “informasi negatif” terkait dengan UAS.
Menurutnya, bisa jadi ada sumber-sumber yang memberikan input.

Ia pun mendorong, agar pemerintah perlu mempertanyakan secara detail apa sebab utamanya sesungguhnya, supaya publik mendapatkan penjelasan lengkap.

“Negara penting mempertanyakan kenapa warganya dideportasi? Jadi siapa saja bisa mengusir siapa saja tanpa sebab yang jelas. Justru bisa alasannya tidak benar dan tak rasional negara wajib meluruskan dan menjelaskan,” ujarnya kepada hidayatullah.com melalui pesan WhatsApp, semalam, Selasa (26/12/2017).

Baca: UAS Dideportasi, Hanafi Rais: Negara Wajib Bela WNI yang Dilecehkan

Dahnil mengaku tidak mengerti apa yang salah dengan UAS sehingga mendapat penolakan hingga deportasi. Baginya ceramah-ceramah UAS biasa saja dan bagus untuk pencerahan umat.

Tidak ada yang mengancam dan menebar kebencian siapa pun, apalagi menjadi ancaman kelompok tertentu dan membahayakan negara, tambahnya.

Terkait UAS, Dahnil pun menyoroti kasus persekusi terhadap ustadz asal Riau itu.

“Agak ganjil bila ada yang berusaha melakukan persekusi terhadap beliau.

Dan terkait dengan yang sudah terjadi, maka polisi harus menindak tegas persekusi tersebut, bila tidak maka ketidakpercayaan terhadap kepolisian semakin tinggi,” pungkasnya.*

Baca: Fahri Hamzah: Penolakan UAS di Hong Kong Peristiwa Memalukan

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Indonesia Dituntut Mampu Beri Sumbangsih Intelektual Secara Global

Indonesia Dituntut Mampu Beri Sumbangsih Intelektual Secara Global

Presiden Jokowi Resmi Buka Muktamar ke-33 NU di Jombang

Presiden Jokowi Resmi Buka Muktamar ke-33 NU di Jombang

RI Kecam Serangan Pemberontak Syiah Houthi di Bandara Abha Saudi

RI Kecam Serangan Pemberontak Syiah Houthi di Bandara Abha Saudi

Menag Ajak Gubernur Banten Galakan “Maghrib Mengaji”

Menag Ajak Gubernur Banten Galakan “Maghrib Mengaji”

Terkait Tujuh Kata di Piagam Jakarta, Hatta Bilang “Ketuhanan Yang Maha Esa” Sesuai Prinsip Islam

Terkait Tujuh Kata di Piagam Jakarta, Hatta Bilang “Ketuhanan Yang Maha Esa” Sesuai Prinsip Islam

Baca Juga

Berita Lainnya