Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Fahri Hamzah: Penolakan UAS di Hong Kong Peristiwa Memalukan

Achmad Fazeri/Hidcom
Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah
Bagikan:

Hidayatullah.com– Wakil Ketua DPR RI Bidang Kokesra, Fahri Hamzah mengatakan, penolakan sekaligus pendeportasian Ustadz Abdul Somad (UAS) di Hong Kong pekan kemarin merupakan peristiwa memalukan.

“Sebab saya ingat dulu, sebagai Ketua Panja UU Imigrasi DPR memperjuangkan semua orang di dunia ini untuk boleh masuk Indonesia tanpa kecurigaan dan gangguan,” ujarnya melalui pesan tertulis, Selasa (26/12/2017).

Kemudian, terang Fahri, Konvensi Internasional tentang kebebasan bertransportasi juga melindungi setiap manusia untuk datang ke mana saja. Apalagi memasuki Hong Kong yang sama sekali tidak memerlukan visa.

 

Baca: UAS Dideportasi, Fadli Zon: Pemerintah Harus Minta Penjelasan Hong Kong

Karenanya, menurut Fahri, pemerintah berdaulat seperti Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus mengutuk keras jika ada warganya ditolak dimanapun.

“Sebab itu adalah pertanda kita sebagai negara berdaulat,” ungkapnya.

Menurutnya, hal ini bukan soal UAS, tetapi soal tugas negara untuk melindungi warga negara dan seluruh tumpah darah Indonesia. Karena jika seorang tokoh mendapat perlakuan seperti itu apalagi rakyat biasa.

“Berbeda ceritanya jika ternyata pemerintah menyetujui dan telah menerima pencegahan itu sebelumnya. Maka pemerintah harus menjelaskan motif persetujuan itu,” imbuhnya.

Baca: UAS Dideportasi, PP Muhammadiyah: Pemerintah Wajib Melindungi WNI

Fahri berharap, jangan sampai peristiwa ini hilang begitu saja seperti peristiwa penolakan atas Jenderal Gatot Nurmantyo selaku Panglima TNI saat itu akan masuk Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

“Pemerintah sering diam saja. Tanpa penjelasan. Padahal ini masalah penting dalam kerangka wibawa negara dan perlindungan warga negara,” tandasnya.

Sejauh ini belum ada pernyataan sikap Presiden Joko Widodo terkait kejadian pendeportasian UAS tersebut.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Aksi Damai PKS untuk Rohingya dan Suriah di Bundaran HI

Aksi Damai PKS untuk Rohingya dan Suriah di Bundaran HI

Kuota Haji tahun 2017 Tambah, Tahun ini Dikurangi 20 Persen

Kuota Haji tahun 2017 Tambah, Tahun ini Dikurangi 20 Persen

UII Gratiskan Biaya Pendidikan Penghapal Al-Quran

UII Gratiskan Biaya Pendidikan Penghapal Al-Quran

Anggota DPR : Gelagat Buruk pada Kerusuhan Pandeglang-Temanggung

Anggota DPR : Gelagat Buruk pada Kerusuhan Pandeglang-Temanggung

HRS dan Pengacara Enggan Dipaksakan Sidang Online, Hakim Tegur Jaksa

HRS dan Pengacara Enggan Dipaksakan Sidang Online, Hakim Tegur Jaksa

Baca Juga

Berita Lainnya