Sabtu, 4 Desember 2021 / 29 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Ustadz Somad Tegaskan Berasal dari Keluarga Cinta NKRI

dayat/hidayatullah.com
Ustadz Abdul Somad UAS (kiri) saat disambut tokoh masyarakat, adat, dan agama di ruang VIP Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Pekanbaru, Riau, Ahad (10/12/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Dai asal Riau, Ustadz Abdul Somad (UAS), menegaskan bahwa ia berasal dari keluarga yang cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sampai kakek saya memfatwakan haram anak cucunya sekolah di Belanda saking cintanya sama negeri (Indonesia) ini,” tuturnya dalam acara talkshow di studio salah satu stasiun televisi swasta, semalam, Senin (25/12/2017).

Baca: Ustadz Somad Diperlakukan Bak Teroris, Pengacara GNPF akan Protes Pemerintah China

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu, UAS sempat mendapatkan penolakan bahkan persekusi oleh elemen organisasi massa saat safari dakwah ke Bali. UAS bahkan dipaksa untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mencium bendera Merah Putih.

UAS menegaskan bahwa sejak kecil sudah menyanyikan lagu kebangsaan itu.

“Bahkan saya sendiri yang mengerek bendera (saat pengibaran, Red),” lanjutnya.

Bahkan lagi, katanya saat akan melanjutkan studi ke Kairo, Mesir, UAS mengaku lolos tes Pancasila. “Jadi saya tidak perlu menunjukkan itu,” terangnya.

Baca: Disambut Tokoh Riau di Pekanbaru, UAS Tegaskan Cinta NKRI

UAS pun mengaku kecewa dengan adanya pemaksaan dari orang yang tidak mempunyai otoritas dan kapasitas di dalamnya.
“Apa kapasitas anda dan otoritas saudara memaksa saya (menyanyikan lagu dan mencium bendera)?” ujarnya mempertanyakan.* Ali Muhtadin

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

MTT Muhammadiyah Tak Sepenuhnya Menerima dan Menolak RUU P-KS

MTT Muhammadiyah Tak Sepenuhnya Menerima dan Menolak RUU P-KS

14 Murid Sekolah Indonesia Makkah Diwisuda Secara Daring

14 Murid Sekolah Indonesia Makkah Diwisuda Secara Daring

Jalani Sidang Perdana Perkara Terorisme di PN Jaktim, Munarman: Kasus Saya ini Adalah Fitnah Besar Terhadap Diri Saya

Jalani Sidang Perdana Perkara Terorisme di PN Jaktim, Munarman: Kasus Saya ini Adalah Fitnah Besar Terhadap Diri Saya

Dewan Pendidikan Surabaya: Implementasi Kurikulum 2013 Butuh Jeda Untuk Evaluasi

Dewan Pendidikan Surabaya: Implementasi Kurikulum 2013 Butuh Jeda Untuk Evaluasi

Badan Standar Nasional Pendidikan

Anggota Komisi VIII: Dosen Harus Pertimbangkan Lagi Hal Krusial Dalam Proses Pembelajaran

Baca Juga

Berita Lainnya