Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

UAS Dideportasi, Pengacara: apakah Permintaan Indonesia atau China…

zulkarnain/hidayatullah.com
Kuasa Hukum Lembaga Adat Melayu Kapitra Ampera (kiri) di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta, Rabu (13/12/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Sehubungan dengan pemulangan paksa atas Ustadz Abdul Somad (UAS) oleh pihak Bandara Internasional Hongkong, Kapitra Ampera selaku kuasa hukum akan segera melakukan konfirmasi dan klarifikasi terhadap pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri.

“Untuk mengetahui duduk persoalannya,” ujar Kapitra di Jakarta, Ahad (24/12/2017) dalam pernyataannya kepada hidayatullah.com.

Ia mengatakan, hal itu penting dilakukan, “untuk mengetahui apakah upaya yang dilakukan Hongkong itu adalah atas permintaan Pemerintah Indonesia atau Pemerintah China.”

Baca: UAS Dideportasi saat Dakwah ke Hongkong

“Kami akan melakukan protes keras kepada pemerintah Indonesia dan pemerintah China, atas perlakuannya terhadap seorang guru agama yang dikagumi oleh rakyat Indonesia,” tambahnya.

Kuasa hukum juga akan melaporkan kejadian pendeportasian UAS pada Sabtu (23/12/2017) itu kepada DPR RI dan instansi lainnya.

“Agar Pemerintah Indonesia serius melindungi warganya yang melakukan kunjungan ke luar negeri,” imbuhnya.

Baca: Ustadz Somad Diperlakukan Bak Teroris, Pengacara GNPF akan Protes Pemerintah China

Kuasa hukum juga meminta kepada aparat kepolisian agar melakukan investigasi soal pendeportasian UAS yang banyak dinilai masyarakat bak perlakuan terhadap teroris. “Apakah (pemulangan itu) ada by order (pesanan, Red) dari orang-orang tertentu yang memberikan laporan fitnah (hoax) kepada Imigrasi Hongkong sehingga Ustadz Abdul Somad ditolak oleh Imigrasi Hongkong untuk memasuki wilayah Hongkong,” imbuh Kapitra.*

Baca: ‘Dua Asisten UAS Masih Tertahan di Hongkong, Refund Tiket Dipersulit’

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Kesal dengan Pemberitaan yang Dinilai Merugikan, Massa 112 Usir Kompas TV dari Istiqlal

Kesal dengan Pemberitaan yang Dinilai Merugikan, Massa 112 Usir Kompas TV dari Istiqlal

MTQ Bukittinggi Tak Sekedar Buru Prestasi

MTQ Bukittinggi Tak Sekedar Buru Prestasi

Tokoh-tokoh Agama Diteror, DPR Minta Polri Bersikap Objektif

Tokoh-tokoh Agama Diteror, DPR Minta Polri Bersikap Objektif

Habib Rizieq: Aksi Bela Islam Peluang Emas Presiden Diskusi soal NKRI dengan Ulama

Habib Rizieq: Aksi Bela Islam Peluang Emas Presiden Diskusi soal NKRI dengan Ulama

Perusahaan Online Grup Lippo ini Diklaim Terbesar di Indonesia

Perusahaan Online Grup Lippo ini Diklaim Terbesar di Indonesia

Baca Juga

Berita Lainnya