Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

TA GNPF: Ulama dan Aktivis Korban Pelanggaran HAM Terbanyak

ali muhtadin/hidayatullah.com
Konferensi pers TA GNPF Ulama terkait penegakan hukum pasca setahun Aksi Bela Islam di AQL, Tebet, Jakarta, Jumat (22/12/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Tim Advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (TA GNPF) Ulama menyampaikan evaluasi terhadap penegakan hukum selama tahun 2017 pasca Aksi Bela Islam tahun lalu.

Ketua TA GNPF Ulama, Nashrullah Nasution, menyatakan bahwa politik hukum berupa penerbitan kebijakan oleh kekuasaan berdampak pada pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

“Contohnya, dengan terbitnya Perppu No 2 Tahun 2017 pada tanggal 10 Juli 2017 yang mengatur tentang perubahan atas UU No 17 Tahun 2003 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), merupakan bentuk abuse of power (penggunaan kekuasaan, Red) dari penguasa yang bertujuan untuk membatasi hak dan kebebasan warga negara dalam melaksanakan hak asasinya di bidang sipil dan politik,” ungkapnya.

Hal itu disampaikan dalam konferensi pers di Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (22/12/2017).

Baca: TA GNPF: Ulama dan Aktivis Islam Begitu Cepat Diproses Hukum

Kedua, katanya, adanya politisasi institusi penegak hukum sehingga berdampak pada proses penegakan hukum yang tidak adil (unfair).

“Hal ini dapat dilihat dari kasus-kasus yang dituduhkan kepada para ulama dan aktivis di seluruh Indonesia,” lanjutnya.

Ketiga, lanjut Nashrullah, konsekuensi logis dari dua poin tersebut telah menimbulkan korban dan pelaku pelanggaran HAM.

“Dari data yang kami himpun menunjukkan bahwa ulama dan aktivis adalah korban yang paling banyak mengalami pelanggaran HAM, sementara institusi penegak hukum sebagai pihak yang paling banyak melakukan pelanggaran HAM,” tandasnya.* Ali Muhtadin

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Syeikh Ali Jaber Wafat Sudah Negatif Covid-19, Setelah 2 Pekan Dirawat karena Dinyatakan Positif

Syeikh Ali Jaber Wafat Sudah Negatif Covid-19, Setelah 2 Pekan Dirawat karena Dinyatakan Positif

Aksi Densus 88 di Akhir Tahun Menorehkan Persoalan Serius

Aksi Densus 88 di Akhir Tahun Menorehkan Persoalan Serius

Kemenag Naikkan Nilai Setoran Awal Haji Menjadi Rp30 Juta

Kemenag Naikkan Nilai Setoran Awal Haji Menjadi Rp30 Juta

Muhammadiyah Daerah Tolak Tanam Modal Bank Persyarikatan

Muhammadiyah Daerah Tolak Tanam Modal Bank Persyarikatan

SBY Buka Kongres Umat Islam Indonesia

SBY Buka Kongres Umat Islam Indonesia

Baca Juga

Berita Lainnya