Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Asma Nadia: Budaya Baca di Keluarga Harus Diperkuat

Zulkarnain/hidayatullah.com
Asma Nadia.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Berdasarkan survei UNESCO tahun 2012, indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001 persen dari 1.000 penduduk, hal inilah yang membuat novelis yang juga sastrawan Indonesia, Asma Nadia, mengaku miris sekaligus optimistis akan perkembangan literasi di Indonesia.

“Saya sering mendengar para ibu yang mengeluh anaknya malas membaca, atau para guru juga mengomentari hal yang serupa, masih miris,” tuturnya kepada hidayatullah.com selepas acara peduli literasi di Kuningan, Jakarta, Senin (18/12/2017).

Asma Nadia pun menambahkan, dia sangat optimistis dengan adanya Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang semakin banyak dan proposal pendirian Taman Baca ke Asma Nadia Publishing juga bertambah.

Baca: Literasi di Indonesia Dinilai Berkembang Pesat

“Semoga hal tersebut menjadi pertanda baik, kita belum beranjak survei UNESCO yang terakhir, tingkat baca di Indonesia cuma 0,01 persen. Tapi mudah-mudahan dengan kayak sekarang dengan adanya Gerakan Literasi Nasional dan pemerintah ikut turun tangan langsung, akan lebih baik. Saya optimis insya Allah,” ungkapnya.

Asma Nadia berharap pendidikan literasi di keluarga diperkuat, karena keluarga bagian inti dari masyarakat. Kalau ingin lebih melek literasi dan budaya membaca kuat, peran orangtua harus sangat signifikan.

 

Baginya, membaca bukanlah aktivitas masa lalu bagi anak ketika mereka sekolah. Tapi peran yang terpenting bagi orangtua yaitu menghadirkan anak–anak yang suka membaca.

Baca: Bangun Budaya Baca, Orangtua Didorong Bangun Perpustakaan Keluarga

“Jadilah ayah-ibu yang suka membaca, pentingkan budaya membaca buku daripada budaya menonton. Tempatkan buku dimana-mana, membudayakan memberikah hadiah berupa buku kepada anak-anak dan yang terakhir ajak mereka menulis,” pesan Asma Nadia yang juga pendiri Forum Lingkar Pena dan manejer Asma Nadia Publishing House.* Zulkarnain

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Pidato Habib Rizieq: Diakui atau Tidak, FPI Telah Jadi Ikon Amar Makruf Nahi Mungkar

Pidato Habib Rizieq: Diakui atau Tidak, FPI Telah Jadi Ikon Amar Makruf Nahi Mungkar

Korban Gempa-Tsunami Sulteng Hampir 1.000 Orang Meninggal

Korban Gempa-Tsunami Sulteng Hampir 1.000 Orang Meninggal

Jika Ditunjuk, Aziz Siap Pimpin KPPSI

Jika Ditunjuk, Aziz Siap Pimpin KPPSI

Kebutuhan Korban Banjir Bandang Masamba: Bahan Makanan, Perlengkapan Bayi dan Mushalla Darurat, hingga Salep

Kebutuhan Korban Banjir Bandang Masamba: Bahan Makanan, Perlengkapan Bayi dan Mushalla Darurat, hingga Salep

Tuty Dau: Wanita Dayak Merasa Dilecehkan

Tuty Dau: Wanita Dayak Merasa Dilecehkan

Baca Juga

Berita Lainnya