Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Singgung MK, Ketua MPR Nilai Homoseksual Intoleran dan Perusak NKRI

Usamah/hidayatullah.com
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat menyampaikan sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Pesantren Hidayatullah Balikpapan, Kaltim, Jumat (15/12/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua MPRI RI, Zulkifli Hasan, menghadiri undangan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (15/12/2017).

Hadir sebagai pembicara tunggal, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyampaikan pentingnya para santri paham sejarah kemerdekaan NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Peran santri dan ulama dalam memerdekakan NKRI dengan pekikan takbir adalah fakta sejarah yang tak terbantahkan,” kata Zulkifli dengan penuh semangat di depan 1.000-an santri dan jamaah yang hadir.

Baca: Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Pimpinan MPR: Perpecahan Musuh Utama Bangsa

Menanggapi banyak tudingan kepada santri dan ulama sebagai intoleran dan anti kebinekaan karena Aksi 212, Zulkifli menekankan, “Demo tidak ada masalah, dijamin oleh undang-undang.”

Justru, lanjutnya, “Yang intoleran dan merusak NKRI adalah laki-laki pacaran dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan (homoseksual, Red),” ujarnya sambil menanggapi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan (judicial review) sejumlah pasal kesusilaan terkait lesbian, homoseksual, biseksual, dan transgender (LGBT).

Baca: ‘MK Tolak JR Pasal Kesusilaan Berdampak Makin Rentannya Kejahatan Seksual’

Ketua Yayasan Pesantren itu, Hamzah Akbar, dalam sambutannya menyampaikan, dai-dai Hidayatullah yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia adalah bukti mereka cinta NKRI.

Hamzah pun berterima kasih pada Ketua MPR RI atas kehadirannya melakukan sosialisasi tersebut.

Ia berharap, pemimpin bangsa ke depan adalah yang bisa merekatkan berbagai komponen dalam NKRI.

Baca: MK Tolak Gugatan Pasal Kesusilaan

Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, MK menolak seluruhnya gugatan Judicial Review (JR) atau Uji Materi terhadap 3 pasal yakni 284, 285, 292 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Kesusilaan, nomor perkara 46/PUU-XIV/2016, Kamis (14/12/2017).

Keputusan itu diambil setelah mayoritas hakim menolak, dengan komposisi 5 (lima) hakim menolak, sedangkan 4 (empat) lainnya setuju terhadap gagasan atau gugatan yang disampaikan pemohon. Pasal-pasal yang digugat itu terkait homoseksual (LGBT).*

Rep: Muhammad Usamah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Anggota DPR RI Komisi Pendidikan: Pornografi Ancam Remaja Indonesia Saat Ini

Anggota DPR RI Komisi Pendidikan: Pornografi Ancam Remaja Indonesia Saat Ini

30 Dai Mendapat Pelatihan dari BIN dan  BNPT

30 Dai Mendapat Pelatihan dari BIN dan BNPT

MUI apresiasi

Pencabutan Lampiran Perpres Miras, MUI: Kita Apresiasi Sambil Tunggu Salinan Resminya

Din Prihatin Kepolisian Memanggil Amien Rais

Din Prihatin Kepolisian Memanggil Amien Rais

MPM Muhammadiyah Sebut Permasalahan Pertanian Kian Mengkhawatirkan

MPM Muhammadiyah Sebut Permasalahan Pertanian Kian Mengkhawatirkan

Baca Juga

Berita Lainnya