MUI: Memaksakan Muslim Ikut Perayaan Agama Lain Bukan Toleransi

Anwar Abbas berharap, umat non-Muslim jangan hanya menuntut tapi juga memahami perkara akidah umat Islam.

MUI: Memaksakan Muslim Ikut Perayaan Agama Lain Bukan Toleransi
muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
[Ilustrasi] Karyawan Muslim dan atribut natal.

Terkait

Hidayatullah.com– Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr Anwar Abbas menyatakan, tidak ada toleransi dalam masalah keyakinan. Toleransi tidak dalam hal akidah dan ibadah, tapi dalam hal muamalah.

Hal itu dikatakannya menanggapi jamaknya penggunaan atribut terkait Natal oleh umat beragama lain dan pengucapan selamat Natal sepanjang bulan Desember.

“Seandainya mereka memaksakan umat Islam ikut perayaan agama mereka, tidak di situ letak toleransinya,” ujarnya kepada hidayatullah.com usai membuka Silatnas LPBKI-MUI di kompleks TMII, Jakarta Timur, baru-baru ini.

Baca: KH Ma’ruf: Tak Boleh Ada Pemaksaan Pemakaian Atribut Natal

Jika memakai atribut perayaan agama lain merupakan pengenaan simbol yang dilarang, sambung Anwar, sedangkan mengucapkan selamat Natal juga bagian dari pengakuan.

Untuk itu, ia berharap, umat non-Muslim jangan hanya menuntut tapi juga memahami perkara akidah umat Islam.

“Karenanya bagi saya hal-hal seperti itu tidak harus merusak dan mengganggu kerukunan kita,” pungkasnya.

Sebelumnya, MUI juga telah mengeluarkan Fatwa Nomor 56 Tahun 2016 tentang Hukum Menggunakan Atribut Keagamaan non-Muslim yang dikeluarkan pada Rabu (14/12/2016) lalu.*

Baca: MUI Imbau Pengusaha Tak Perintahkan Karyawan Muslim Gunakan Simbol terkait Natal

Rep: Yahya G Nasrullah

Editor:

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !