frontpage hit counter

AS Akui Al-Quds Ibu Kota Israel

PP Muhammadiyah: Trump Menunjukkan Pembelaan Terbuka AS atas Israel

"Dewan Keamanan PBB mestinya memberikan pandangan agar rencana ugal-ugalan politik seperti itu dibatalkan dan tidak boleh diteruskan," tegas Haedar.

PP Muhammadiyah: Trump Menunjukkan Pembelaan Terbuka AS atas Israel
muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (kanan) bersama jajarannya jumpa pers usai pertemuan dengan Presiden Jokowi di Pusat Dakwah PP Muhammadiyah di Jakarta, Selasa (08/11/2016).

Terkait

Hidayatullah.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menilai keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Baitul Maqdis (Al-Quds/Yerusalem) sebagai ibu kota Israel telah membuka kotak pandora konflik.

“Dengan cara seperti itu Trump telah mengunci ruang untuk perdamaian juga telah membangkitkan kembali virus permusuhan antara Israel dan Palestina,” ucap Haedar di Kantor PP Muhammadiyah Cik Ditiro, Yogyakarta, Kamis (07/12/2017).

Baca: PBNU Kecam Keras Sikap Presiden AS Trump

Keputusan Trump tersebut menurut Haedar kian menguatkan kecenderungan ultra-konservatif dalam politik luar negeri AS terhadap Palestina. Dengan perkataan lain, rezim Trump menunjukkan pembelaannya secara terbuka terhadap Israel.

 

Padahal diketahui telah 70 tahun terjadinya penjajahan Israel atas Palestina belum ada titik temu.

“Namun setidaknya belakangan sudah ada proses mencair, yang mungkin ke depan masing-masing bisa mengakui eksistensinya dan kemudian dapat membangun perdamaian,” ucap Haedar.

Baca: Ketum DPP Hidayatullah: “Trump Harus Menghitung Ulang Keputusannya”

Untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah, lanjut Haedar, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) perlu turun tangan sehingga memungkinkan kebijakan Trump itu dibatalkan.

“Apakah AS tidak ingin menyaksikan Timur Tengah yang damai dan kondusif? Jika rencana pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem itu diwujudkan, maka akan memicu konflik politik baru di kawasan itu (Timur Tengah). Dewan Keamanan PBB mestinya memberikan pandangan agar rencana ugal-ugalan politik seperti itu dibatalkan dan tidak boleh diteruskan,” tegas Haedar.*

Baca: Pemuda Muhammadiyah Nilai AS Picu Produksi Terorisme dan Radikalisme

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !