Pengamat: Indonesia Harus Menolak Ide Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

Arya melihat bahwa Presiden Joko Widodo dapat memanfaatkan kedekatannya dengan banyak pemimpin dunia. "Segera melakukan komunikasi via telepon dengan Presiden Mahmud Abbas, Presiden Erdoğan."

Pengamat: Indonesia Harus Menolak Ide Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel
Masjidil Aqsha yang sudah dipenuhi bangunan sebagai dampak 'yahudisasi'.

Terkait

Hidayatullah.com– Amerika Serikat (AS) berencana mengakui Yerusalem/Al Aqsha sebagai ibu kota Israel. Di dalam negeri, Arya Sandhiyudha, pengamat politik internasional bereaksi, “Apabila ini benar terjadi maka akan menjadi kemunduran luar biasa bagi upaya kemerdekaan Palestina. Indonesia, tidak patut bungkam sebab telah menjadi fatsoen kita untuk terus berdiri menantang penjajahan Israel. Sebagaimana founding fathers kita telah gaungkan dan tanamkan.”

Menurut Arya, “Perkembangan ini jelas dalam perspektif Indonesia sangat memprihatinkan. Adanya laporan bahwa AS bersiap untuk mengumumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel akan menjadi kesalahan fatal dan bertentangan dengan kesepakatan internasional, resolusi PBB, dan fakta sejarah.”

Baca: DPR: Rencana Trump terkait Yerusalem Kontraproduktif, PBB Harus Tegas

Direktur Eksekutif MaCDIS ini menyatakan bahwa “Langkah seperti itu dinilai akan merusak semua upaya perdamaian dan memicu ketegangan dan konflik baru. Indonesia harus mengirimkan pesan agar pemerintah AS segera menghindari kesalahan ini.

Mempertahankan status quo Yerusalem dan Haram al-Sharif sebagai milik bersama secara internasional sangat penting bagi semua pihak, keberlangsungan perdamaian bagi anak segala bangsa.”

Arya melihat bahwa Presiden Joko Widodo dapat memanfaatkan kedekatannya dengan banyak pemimpin dunia.

“Segera melakukan komunikasi via telepon dengan Presiden Mahmud Abbas, Presiden Erdoğan, dan pemimpin negara lainnya menegaskan pentingnya pembentukan sebuah negara Palestina yang berdaulat dengan Yerusalem timur sebagai ibu kotanya dan pelestarian status Yerusalem dan Haram al-Sharif untuk perdamaian dan keamanan,” pungkas WNI pertama penerima Doktor Bidang Hubungan Internasional dari kampus Turki tersebut dalam pernyataannya diterima hidayatullah.com di Jakarta, kemarin*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !