Pilkada 2018, MUI Imbau Jauhi Praktik Kotor

"Seperti risywah (money politic), kampanye hitam, dan kecurangan (gharar)."

Pilkada 2018, MUI Imbau Jauhi Praktik Kotor
rifa'i fadhly/hidayatullah.com
Pilkada DKI Jakarta, Rabu (15/02/2017).

Terkait

Hidayatullah.com– Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau kepada semua pihak yang terlibat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018 untuk menjunjung tinggi cara yang baik, santun, tidak provokatif, dan senantiasa mengedepankan kepentingan umum di atas kepentingan kelompok.

Maklumat itu dirumuskan sebagai salah satu hasil rekomendasi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III MUI di Hotel Sahira, Bogor, Jawa barat, Rabu malam (29/11/2017).

Baca: Kritisi Peradilan Indonesia, Dahnil: Politik Uang Harus Dihentikan

Ketua Tim Perumus Komisi Rekomendasi, Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, peningkatan tensi politik akibat kontestasi elektoral tersebut apabila tidak dikelola dengan baik bisa berpotensi menimbulkan konflik horizontal.

“Kedepankan akhlak karimah, jauhi praktik kotor yang dilarang agama seperti risywah (money politic), kampanye hitam, dan kecurangan (gharar),” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga mengimbau kepada semua pengurus MUI agar menjaga institusi MUI dan tidak terbawa arus politik praktis dengan ikut dukung-mendukung calon tertentu.

“Sehingga bangsa Indonesia terhindar dari perpecahan, (dan) mendapatkan berkah Allah, serta dapat memilih pemimpin berkarakter siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah,” tandasnya.*

Baca: Umat Islam, Berbeda Mazhab harus Bersatu dalam Politik

Rep: Yahya G Nasrullah

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !