Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

“Malu Mestinya Sesama Kita Ribut Terus Masalah Khilafiyah”

Zulkarnain/hidayatullah.com
[Ilustrasi] Umat Islam peserta Tausiyah Kebangsaan doa bersama di sisi barat lapangan Medan Merdeka Monas, Jakarta, Ahad (26/11/2017) malam.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Di saat negara-negara lain sudah semakin maju, masyarakat di Indonesia kebanyakan masih meributkan soal perbedaan-perbedaan pendapat atau khilafiyah.

Jika elemen bangsa ini khususnya umat Islam terus mempermasalahkan khilafiyah, bangsa dan umat ini dinilai akan kalah terus.

Sudah saatnya bangsa Indonesia bangun dan bangkit, sebagaimana pesan Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dari Pekalongan, bukan lagi waktunya untuk terus menerus ribut dan “tertidur”.

“Ayo bangun Indonesia, jangan tidur terus, khilaf(Iyah) terus dipermasalah(kan), khilafiyah terus, ayoooo (bangun, kalau tidak), kita kalah kita kalah kalah terus…..,” Habib Luthfi dalam pantauan hidayatullah.com begitu lantang menyampaikan seruan itu kepada umat Islam khususnya warga DKI Jakarta baru-baru ini.

Baca: Umat Islam Sebaiknya Hindari Berbantah-bantahan Soal Khilafiyah

 

Ia membandingkan Indonesia dengan Eropa yang katanya sudah maju. Sementara di Indonesia umat ini masih berseteru sesamanya. Kondisi ini seharusnya membuat umat merasa malu.

“Yang berhantam justru sama-sama ucapkan Allahu Akbar. Yang berhantam sama-sama ucapkan La ilaha illallah. Malu mestinya,” ungkapnya dalam Tausiyah Kebangsaan di Lapangan Medan Merdeka Monas Jakarta Pusat, 26 November 2017, Ahad malam Senin itu.

Masih di Eropa, menurutnya, berbagai disiplin ilmunya sudah maju. Dari ilmu kedokteran sampai ilmu ekonomi. “Sedangkan kita ribuuuut saja,” sindirnya penuh penekanan.

“Pilkada, kiai sama kiai tidak akur. Ustadz sama ustadz tidak akur. Habib sama habib tidak akur. Betul?! Malu mestinya kalau kita ini bicara,” ungkapnya lantas mengajak umat bertakbir dan bershalawat, “Allahu Akbar! Shallu ‘alan Nabi.”

Ia pun menyiratkan pesan bahwa kalimat takbir seharusnya membangkitkan umat dalam berbagai aspek, ekonomi misalnya.

Baca: Serukan Umat Bangkit, Habib Luthfi: Allahu Akbar! Bangun Ekonomi, Bangun Supermarket

“Kalau kita, Allahu Akbar! Bangun ekonomi. Allahu Akbar! Hidupkan marketing. Allahu Akbar! Bangun supermarket. Allahu Akbar! Super super apa, Alfa dan lain-lain Alfa-Alfa milik siapa? Milik kita, kaya. Allahu Akbar! Bangun rumah sakit yang modern. Allahu Akbar! Bangun fakultas perguruan tinggi khusus dunia pertanian, kedokteran, dan lain-lain,” serunya tampak bersemangat dan disambut pekikan takbir umat Islam berbagai kalangan di hadapannya, “Allahu Akbar!…” bergemuruh.

“Bukan produksi khilafiyah yang kita gelar…,” tegasnya disambut “hoooooooo” -mungkin bentuk sindiran entah ke siapa- dan tepuk tangan oleh sebagian hadirin.

Oleh karena itu, Habib Luthfi lantas mengingatkan umat Islam agar bangkit dan meninggalkan kebiasaan mempermasalahkan khilafiyah.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Pakar Hukum Pidana Unpad: Ahok Harusnya Dikenakan Pasal 156a

Pakar Hukum Pidana Unpad: Ahok Harusnya Dikenakan Pasal 156a

Arab Saudi Bangun 60 Ribu Tenda Tahan Api untuk Haji

Arab Saudi Bangun 60 Ribu Tenda Tahan Api untuk Haji

Mahasiswa Al Azhar dan WNI Deklarasikan “Relawan Prabowo-Hatta”

Mahasiswa Al Azhar dan WNI Deklarasikan “Relawan Prabowo-Hatta”

Gangguan Jiwa di Aceh Meningkat

Gangguan Jiwa di Aceh Meningkat

Idealnya Pemuda Islam Bisa Mengaji Qur’an dan Mengajarkan

Idealnya Pemuda Islam Bisa Mengaji Qur’an dan Mengajarkan

Baca Juga

Berita Lainnya