Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

Kegiatan di Tempat Publik Dinilai Bagus untuk Edukasi Warga

rifa'i fadhly/hidayatullah.com
Peserta Aksi Bela Islam III di lapangan Monas.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi menilai, penggunaan arena Monumen Nasional (Monas) di Jakarta Pusat dan tempat lainnya untuk kegiatan publik bagus sebagai momen edukasi warga.

Apalagi, terangnya, pada saat kegiatan berlangsung para tokoh turut hadir bersama masyarakat.

“Di situ justru saatnya untuk mengingatkan, jangan merusak taman, anak muda jangan coret-coret,” ujarnya kepada hidayatullah.com, Senin (27/11/2017).

Menurut Suhaimi, mengajak langsung di hadapan warga cukup efektif untuk membangun rasa mencintai dan memiliki kota.

Baca: Lapangan Monas untuk Acara Keagamaan, KH Didin Sambut Baik

Senada itu, sosiolog asal Universitas Indonesia (UI), Ganda Upaya, menilai penggunaan area Lapangan Medan Merdeka Monas di Jakarta Pusat untuk berbagai kegiatan publik bersifat inklusif.

Artinya, jelas dia, bila selama ini penggunaan kawasan Monas hanya untuk kalangan atau kelas sosial tertentu, maka sekarang terbuka untuk kegiatan yang dilakukan atau untuk warga kalangan bawah Jakarta.

“Ini merupakan perwujudan Jakarta untuk kita bersama,” ujar Ganda kepada hidayatullah.com, Senin (27/11/2017).

Baca: Kegiatan Publik di Kawasan Monas, Sosiolog: Perwujudan Jakarta untuk Bersama

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengizinkan arena Monas kembali dibuka untuk digunakan kegiatan publik. Dengan kata lain, Anies mencabut peraturan gubernur sebelumnya yang melarang penggunaan kawasan Monas untuk kegiatan publik.

Adapun kembalinya kegiatan publik di area Monas kali ini diawali dengan acara Kirab Kebangsaan dan Tausyiah Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Ahad (26/11/2017).

Akhir pekan ini, 2 Desember 2017, di kawasan Monas akan digelar acara Reuni Akbar 212 memperingati setahun Aksi Bela Islam III (Aksi 212).*

Baca: Legislator Ingatkan, Kebersihan Area Publik Harus Tetap Dijaga

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Kemenag: Cadar Tidak Boleh Dilarang

Kemenag: Cadar Tidak Boleh Dilarang

Penutupan Total Dolly dan Jarak Dimulai Pasca Idul Fitri

Penutupan Total Dolly dan Jarak Dimulai Pasca Idul Fitri

Ramadhan, BMH Sebar Dai ke Pelosok

Ramadhan, BMH Sebar Dai ke Pelosok

Maman Abdurrahman: Tahun 2020 Persis Harus Sudah Ada di 25 Provinsi

Maman Abdurrahman: Tahun 2020 Persis Harus Sudah Ada di 25 Provinsi

Soal Al-Zaitun, Menag Terlalu Cepat Menyimpulkan

Soal Al-Zaitun, Menag Terlalu Cepat Menyimpulkan

Baca Juga

Berita Lainnya