Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

MUI Jatim Dorong Semua Provinsi Keluarkan Fatwa Kesesatan Syiah

hidayatullah.com
Rakerda MUI Jatim di Surabaya, Kamis-Jumat (23-24/11/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur (MUI Jatim) dari seluruh kabupaten/kota se-provinsi itu mengadakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Kamis-Jumat (23-24/11/2017).

Dalam Rekerda, Ketua MUI Jawa Timur KH Abdusshomad Buchori mengatakan, pihaknya mendorong kepada MUI Pusat dan MUI seluruh provinsi agar lebih tegas dalam menyikapi kasus Syiah di Indonesia dengan mengeluarkan fatwa tentang kesesatan Syiah.

“Mendorong MUI Provinsi se-Indonesia juga melakukan hal yang sama sebagaimana MUI Jawa Timur,” ujarnya dalam keterangan tertulis diterima hidayatullah.com Sabtu (25/11/2017).

Baca: MUI Jatim Menolak MK soal Aliran Kepercayaan

Selain itu, dalam Rekerda tersebut, MUI Pusat diminta untuk merespons maraknya gerakan radikalisme sekuler (gerakan pendangkalan akidah, sekularisme, pluralisme, dan liberalisme agama) yang mengancam otentisitas dan orisinalitas agama dan bahayanya bagi keutuhan dan eksistensi NKRI.

Kiai Somad mengatakan, perlunya MUI Pusat dan daerah lainnya untuk melakukan pendekatan yang intensif, persuasif, dan solutif. Didasari atas niat yang baik dan tulus kepada perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta (PTN-PTS), khususnya yang berbasis Islam agar mewaspadai masuknya paham tersebut.

“Yang sampai saat ini masih belum mendapatkan penanganan serius dari pemerintah,” imbuhnya.

Baca: MUI Pusat Sulit Keluarkan Fatwa Syiah Sesat karena Ada Penyusupan

Kiai Somad menambahkan, pihaknya turut memohon kepada MUI Pusat agar membuat pedoman baku tentang idiom yang sering disalahtafsirkan atau ditafsiri secara salah oleh pihak-pihak tertentu.

Termasuk membuat kurikulum/silabus pendidikan keagamaan yang memberikan penguatan kepada umat Islam agar memiliki kekuatan akidah.

Juga agar memiliki komitmen menjalankan syariah secara baik dan benar, serta memiliki imunitas terhadap infiltrasi aliran sesat dan menyimpang, sekularisme, pluralisme, dan liberalisme agama, serta pemahaman agama secara sempit.

Baca: MUI Terus Didorong Keluarkan Fatwa terkait Syiah

Acara rakerda dihadiri 38 MUI daerah/kota, urusan ormas-ormas Islam sebagai Jatim. Acara dibuka Ketua MUI Jatim KH Somad dan Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf (Gus Ipul).

Dalam sambutannya, Gus Ipul meminta MUI juga mengkaji fenomena dunia maya dan peran dakwah menghadapi era siber.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Wakil Ketua MPR: Penista Agamalah yang Anti NKRI dan Kebhinekaan

Wakil Ketua MPR: Penista Agamalah yang Anti NKRI dan Kebhinekaan

Sertifikasi Halal MUI Representasi kepentingan Umat Islam

Sertifikasi Halal MUI Representasi kepentingan Umat Islam

OTT Bupati Cianjur Dirayakan, Busyro: Tamparan Moral Cukup Keras

OTT Bupati Cianjur Dirayakan, Busyro: Tamparan Moral Cukup Keras

Bachtiar Nasir: Esensi Aksi Bela Islam III Agar Penegak Hukum Segera Penjarakan Penista Agama

Bachtiar Nasir: Esensi Aksi Bela Islam III Agar Penegak Hukum Segera Penjarakan Penista Agama

Dosen-dosen Universitas Islam Madinah Hadiri Reuni Alumninya di Kalimantan

Dosen-dosen Universitas Islam Madinah Hadiri Reuni Alumninya di Kalimantan

Baca Juga

Berita Lainnya