Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Soal Aliran Kepercayaan, MUI: Penerapan Putusan MK Sulit

yahya g nasrullah/hidayatullah.com
Tengku Zulkarnain semasa masih Wasekjen MUI Pusat, di kantor MUI Pusat, Jakarta.
Bagikan:

Hidayatullah.com – Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Tengku Zulkarnain mengatakan, pelaksanaan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membolehkan pencantuman aliran kepercayaan di KTP dan Kartu Keluarga (KK) membingungkan.

Ia mempertanyakan, akan ditaruh dimana posisi aliran kepercayaan tersebut. Pasalnya, aliran kepercayaan berbeda dengan agama yang telah disepakati sebagai identitas.

“Kalau di kolom agama jelas tidak bisa. Aliran kepercayaan itu produk budaya dan pemikiran, sedangkan agama itu wahyu dari Yang Maha Kuasa. Ada kitab sucinya, ada Nabinya,” ujarnya kepada hidayatullah.com di Kantor MUI, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Baca: Putusan MK Dikhawatirkan Menimbulkan Kasus Penodaan Agama

Alasan bahwa aliran kepercayaan tidak terakomodasi, menurut Tengku, tidak tepat dan ada upaya penyesatan opini. Sebab sejak lama aliran kepercayaan dicatat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam data base Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).

“Jadi bukan agama, tapi budaya,” tegasnya.

Ulama asal Sumatera Utara ini menyebut, banyak juga penghayat kepercayaan yang tidak bersedia dipindahkan ke Kementerian Agama, karena mereka lebih nyaman di Direktorat Kebudayaan.

Baca: MUI: Putusan MK Soal Aliran Kepercayaan Merusak Kesepakatan Bernegara

Belum lagi, lanjut Tengku, pengaturan terkait ritual ajaran yang akan membingungkan jika aliran kepercayaan diposisikan seperti agama.

Seperti jika penganut penghayat kepercayaan wafat akan dikuburkan dimana. Karena pasti tidak bisa dikebumikan di pemakaman Islam ataupun agama lainnya.

“Jadi banyak yang harus dipikirkan, tidak sesimpel itu. Repotnya nanti pelaksanaannya,” pungkasnya.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Reformata Tuding Poligami Aa Gym Kacau

Reformata Tuding Poligami Aa Gym Kacau

MUI Dorong Kejagung Ajukan PK Soal Vonis MA

MUI Dorong Kejagung Ajukan PK Soal Vonis MA

Kunjungan Obama ke Indonesia Mundur Lagi

Kunjungan Obama ke Indonesia Mundur Lagi

Kemdikbud Resmi Larang MOS oleh Siswa dan Pelajar

Kemdikbud Resmi Larang MOS oleh Siswa dan Pelajar

Menag: Pembentukan Kemenag Berpengaruh Besar dalam Perjalanan RI

Menag: Pembentukan Kemenag Berpengaruh Besar dalam Perjalanan RI

Baca Juga

Berita Lainnya