Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Survei Median: China Dianggap Ancaman Terbesar Indonesia

yahya g nasrullah/hidayatullah.com
Direktur Riset Median, Sudarto.
Bagikan:

Hidayatullah.com– China dianggap sebagai ancaman terbesar Indonesia berdasarkan laporan hasil survei Media Survei Nasional (Median) mengenai persepsi publik terhadap ancaman dari luar negeri.

Direktur Riset Median, Sudarto, mengatakan, hasil itu diperoleh dari 1.000 responden yang diajukan pertanyaan acak atau tidak diberikan daftar pilihan jawaban.

China berada di urutan pertama dengan prosentase 22,7 persen, kemudian disusul Amerika Serikat yang dianggap sebagai ancaman terbesar dengan prosentase sebanyak 14,1 persen.

Sudarto menyampaikan, alasan China dianggap sebagai ancaman terbesar, pertama karena faktor penguasaan ekonomi dalam negeri sebesar 31,2 persen. Lalu produk China yang terlalu dominan disebut 23,7 persen.

“Kemudian alasan Komunis 7,5 persen, banyak orang Tionghoa di Indonesia 6,5 persen, serta membawa pornografi dan narkoba 6,4 persen,” ujarnya saat konferensi pers di Resto Bumbu Desa Cikini, Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Sudarto menilai, faktor ekonomi menjadi alasan utama publik karena dampaknya yang dirasakan langsung.

Survei itu merupakan kesatuan dari survei yang dilakukan pada 14 hingga 22 September lalu, menggunakan teknik multistage random sampling warga yang termasuk dalam kategori pemilih, dengan margin of error sebesar 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Dinas Peternakan Jabar Tingkatkan Pengawasan Pemotongan Sapi

Dinas Peternakan Jabar Tingkatkan Pengawasan Pemotongan Sapi

Pakar Hukum: UU Terorisme Baru, Potensi Melahirkan Kesewenang-wenangan Makin Terbuka

Pakar Hukum: UU Terorisme Baru, Potensi Melahirkan Kesewenang-wenangan Makin Terbuka

Masyarakat Desak Hukuman Bagi Pelaku Pornoaksi

Masyarakat Desak Hukuman Bagi Pelaku Pornoaksi

Enam Dusun Rata di Mentawai, Masih Banyak Mayat Tergeletak

Enam Dusun Rata di Mentawai, Masih Banyak Mayat Tergeletak

PBNU : Hati-hati Bahas Aturan Produk Halal

PBNU : Hati-hati Bahas Aturan Produk Halal

Baca Juga

Berita Lainnya