Ketum Pemuda Muhammadiyah: Mari Hidupkan Dialog, Bergandengan Tangan

"Ayolah. Masa ndak cape-cape bertengkar hanya karena berbeda pandangan dan pilihan politik."

Ketum Pemuda Muhammadiyah: Mari Hidupkan Dialog, Bergandengan Tangan
Ali Muhtadin/hidayatullah.com
Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Simanjuntak, di sela-sela aksi KOKAM mendemo gedung KPK di Jakarta, Jumat (24/03/2017).

Terkait

Hidayatullah.com– Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengajak berbagai elemen umat dan bangsa untuk menghidupkan budaya berdialog.

Ajakan itu ia sampaikan menyikapi dinamika ukhuwah Islamiyah antar elemen umat dan bangsa belakangan ini.

Secara khusus, Dahnil meminta agar berbagai kelompok ormas tidak diadu domba.

Ditujukan kepada siapa pesan-pesan itu?

“Kepada pengadu domba, pemburu rente toleransi,” ujar Dahnil saat dikonfirmasi hidayatullah.com di Jakarta semalam, Rabu (08/11/2017) lewat pesan singkatnya.

Baca: UBN Ajak Umat Jaga Ukhuwah, Tidak Terprovokasi

Sebelumnya, Dahnil mengingatkan bahwa bangsa ini memang terdiri dari berbagai perbedaan.

“Berbeda itu tanda kami berpikir, dan Indonesia itu adalah simbol perbedaan yang disatukan oleh nalar sehat. Islam dan agama lainnya adalah nilai yang menyatukan ke-Indonesiaan itu, jadi berhentilah mengadu domba,” ujarnya lewat kicauannya di media sosial Twitter.

“Ayolah. Masa ndak cape-cape bertengkar hanya karena berbeda pandangan dan pilihan politik. Ini saatnya memaknai kepahlawanan dengan cara merendahkan egoisme, meninggikan akhlak,” tambahnya.

Ia pun mengingatkan berbagai elemen umat dan bangsa bahwa “Musuh kita itu adalah bandit politik yang merampas hak publik melalui korupsi nan rakus.”

Secara khusus, Dahnil menyampaikan ukhuwah antara ormas yang dipimpinnya, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), dengan organisasi serupa di bawah Nahdlatul Ulama (NU), Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

“Tidak perlu mengadu domba Kokam dan Banser. Kami memang punya cara yang berbeda-beda, tidak akan pernah memaksa untuk sama. Ukhuwah tetap kita jaga,” ujarnya.

Dahnil mengaku, untuk beberapa hal ia memang berbeda, “bahkan bisa protes dengan keras sikap GP Ansor dan Banser.”

Baca: ICMI Ajak Umat Bersatu, Bersinergi, Jadi Rahmat bagi Semua

Tapi, tegasnya, merusak ukhuwah agaknya tidak pernah terpikir dibenaknya. “Kami memang beda tapi punya cita-cita yang InsyaaAllah sama Indonesia yang Islami. Sahabat mari hidupkan dialog. Gandengan tangan,” kicaunya.

“Jadi saran saya siapa pun yang mau mengadu domba Kokam dan Banser. Atau Kokam dengan umat Islam lainnya, atau dengan umat beragama lainnya. Kami tidak terpancing. Kalian salah, nalar sehat masih kami rawat,” tegasnya lewat akunnya @Dahnilanzar, kemarin.*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !