Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

MUI: Tidak Ada Kata Toleransi pada LGBT dan Aliran Sesat

muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin (dua dari kiri) bersama Pengurus MUI KH Cholil Nafis (kiri) dan jajaran pengurus lainnya pada acara pembukaan Rakornas Dakwah MUI di kompleks TMII, Jakarta Timur, 8 Mei 2017.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Mendengar masih adanya kalangan yang salah mengartikan toleransi, Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Pusat, KH Cholil Nafis Lc MA PhD membantu meluruskannya.

Menurutnya, toleransi itu bisa dilakukan pada hal-hal yang tidak merusak agama dan hukum. Tapi kalau pada hal-hal yang menyimpang, kata dia, tidak bisa ditoleransi. Contohnya lesbian, homoseksual, biseksual, dan transgender atau biasa diistilahkan LGBT.

Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia ini menegaskan, tidak ada satupun agama yang membenarkan LGBT.

Dalam UU Perkawinan No 1 Tahun 1974 pun, kata dia, perkawinan itu harus dengan beda jenis, bukan sesama jenis.

“Penyimpangan seperti ini harus diamputasi,” ujar Kiai Cholil saat dihubungi hidayatullah.com di Jakarta, Kamis (02/11/2017).

Baca: Indonesia Terancam Konflik jika Aliran Sesat Tumbuh Subur

Baca: 95 Persen Muslim Anggap LGBT Salah Secara Moral

Penyimpangan seperti aliran sesat juga tidak boleh ditoleransi, tambahnya. Sebab merusak agama. Karena itu, fatwa aliran sesat harus disampaikan kepada masyarakat bahwa ini tidak boleh diikuti. Tujuannya agar kemurnian agama dan akidah umat Islam terjaga.

Ia heran jika yang menyampaikan fatwa tersebut dianggap intoleran.

“Memberi tahu (fatwa) kok intoleransi? Wong memfatwakan saja sudah bagian dari menjaga prinsip,” ucapnya. “Jadi sesuatu menodai kehormatan agama dan manusia itu tidak ada kata toleransi.”Andi

Baca: Inilah Toleransi Islam dan Toleransi Hakiki

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

KPK Terbanyak Menangani Kasus Suap

KPK Terbanyak Menangani Kasus Suap

Politisi PDIP Sebut Logika Anak Muda Pendukung Ahok Ngawur

Politisi PDIP Sebut Logika Anak Muda Pendukung Ahok Ngawur

Video Kampanye Ahok-Djarot Banyak Dikecam, Dinilai untuk Raih Popularitas

Video Kampanye Ahok-Djarot Banyak Dikecam, Dinilai untuk Raih Popularitas

PKS: Budaya Kami adalah Pluralitas

PKS: Budaya Kami adalah Pluralitas

‘Diusir’ Dimana-Mana, Ahok Minta Penolak Kampanye Diproses Hukum

‘Diusir’ Dimana-Mana, Ahok Minta Penolak Kampanye Diproses Hukum

Baca Juga

Berita Lainnya