Senin, 25 Oktober 2021 / 18 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Alexis Diminta Publikasikan Semua Data Pelanggannya, Ini Alasannya

GALIH PRADIPTA/ANTARA
Suasana hotel dan griya pijat Alexis di Jakarta, Senin (30/10/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, turut menanggapi langkah Pemprov DKI Jakarta tidak memperpanjang izin Hotel dan Griya Pijat Alexis di Jakarta Utara.

Diketahui tempat hiburan diduga sebagai tempat pelacuran yang ditutup pemerintah itu telah menghentikan kegiatannya.

Menurut Dahnil, seharusnya Alexis tidak berdiam diri atas penutupan itu dengan membuka ke publik semua data pelanggan yang pernah ke Alexis.

Kenapa?

“Biar tahu siapa yang ke situ. Politisi dan pejabat negara,” jawab Dahnil saat dikonfirmasi hidayatullah.com, Rabu (01/11/2017).

Baca: Penutupan Alexis, PAN Apresiasi Pemprov DKI ingin Hilangkan Prostitusi

Sebelumnya, dalam kicauannya di media sosial Twitter, Dahnil berkata, “Alexis harusnya jangan berdiam diri ketika ditutup oleh @aniesbaswedan, buka semua data pelanggan yang pernah ke Alexis. Buka ke Publik,” lewat akunnya, @Dahnilanzar tertanggal 30 Oktober 2017 lalu, seraya menandai akun Gubernur Anies.

Sebelumnya dugaan keberadaan praktik pelacuran di Hotel dan Griya Pijat Alexis sudah lama menjadi ‘rahasia umum’.

Dahnil tak menyebut siapa “politisi dan pejabat negara” dimaksud.

Kemarin, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menyampaikan hal senada, ia meminta data pelanggan Alexis dibeberkan ke publik.

“Harus dibuka aja pelanggannya siapa. Kenapa jadi heboh, kan gitu. Buka aja pelanggannya di situ,” ujarnya di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (01/11/2017) dikutip Detik.

Taufik punya alasan mengapa data pelanggan Alexis mesti dibuka ke publik. “Buka semua, CCTV-nya. Biar masyarakat tahu mana yang munafik, mana yang nggak. Masa kita beritanya dibikin pusing Alexis,” ujar Taufik.

Baca: Dukung Penutupan Alexis, MUI Berharap Semua Bisnis Prostitusi Ditutup

Diketahui belakangan ini menyebar kembali gambar tangkapan layar kicauan sebuah akun yang tampak beridentitas perempuan. Akun ini mengicaukan pengakuan bahwa ia katanya sebagai mantan wanita penghibur di Alexis pernah melayani sejumlah tokoh dan pejabat.

Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama, semasa menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, pernah mengatakan jika di Jakarta terdapat “surga dunia”. Ahok mengakui mengetahui persis lokasi tepatnya “surga dunia” tersebut, yaitu di Alexis.

Ahok bahkan menyebut prostitusi kelas atas di Hotel Alexis terdapat di lantai 7.

“Di hotel-hotel ada enggak prostitusi? Ada. Prostitusi artis dimana? Di hotel. Di Alexis itu, lantai 7 surga dunia lho. Di Alexis, surga bukan di telapak kaki ibu, tetapi di lantai 7,” ujar Ahok di Balai Agung, Balai Kota, Selasa (16/02/2016) dikutip Kompas.com.

Ahok diwartakan pernah bertemu dengan pemilik Alexis Group, Alex Tirta. Foto pertemuan Alex-Ahok menyebar kembali di media sosial belakangan ini. Ahok pernah mengaku sulit untuk menutup Alexis.

Baca: Senator asal DKI: Penutupan Alexis Peringatan bagi Pengusaha Hiburan Lainnya

Merespons permintaan dibukanya data-data pelanggannya, Alexis menilai itu berlebihan. Legal & Corporate Affair Alexis Group Lina Novita, diwarta media, menilai hal itu tidak mungkin dilakukan dengan alasan apapun. Sebelumnya Alexis telah membantah jika pihaknya melakukan pelanggaran asusila.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Pentingnya Mempertahankan Akidah Mualaf di Perbatasan Aceh

Pentingnya Mempertahankan Akidah Mualaf di Perbatasan Aceh

Pemerintah Terbitkan Perppu Ormas, Anggota Komisi III: DPR yang Memutuskan

Pemerintah Terbitkan Perppu Ormas, Anggota Komisi III: DPR yang Memutuskan

Sejarawan: Ada Ilmuwan Kurang PD Sampaikan Kisah Isra’ Mi’raj

Sejarawan: Ada Ilmuwan Kurang PD Sampaikan Kisah Isra’ Mi’raj

Petisi MUI: Mendesak Negara-negara OKI Putuskan Hubungan Diplomasi dengan Israel

Petisi MUI: Mendesak Negara-negara OKI Putuskan Hubungan Diplomasi dengan Israel

Masyarakat Perlu Desak Pemerintah Pertanyakan Konser-Konser Tak Jelas

Masyarakat Perlu Desak Pemerintah Pertanyakan Konser-Konser Tak Jelas

Baca Juga

Berita Lainnya